Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Peringatan Dini BMKG, Gelombang Tinggi hingga 2,50 Meter di Perairan Banten

213
×

Peringatan Dini BMKG, Gelombang Tinggi hingga 2,50 Meter di Perairan Banten

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gelombang tinggi.(Foto: Ist)

Triberita.com | Serang Banten – Masyarakat nelayan di perairan selatan Banten diimbau untuk waspada menghadapi cuaca ekstrim saat ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di perairan selatan Banten atau Samudera Hindia yang mencapai 2,50 meter.

“Kami minta peringatan dini ini dipatuhi agar tidak menimbulkan kecelakaan laut,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG, Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Serang, Tatang, Sabtu (2/12/2023).

Peringatan dini terkait gelombang laut di perairan selatan Banten, mulai berlaku pada Sabtu (2/12/2023) dengan kisaran tinggi gelombang, antara 1,25 meter sampai 2,50 meter.

Karena itu ia mengimbau agar pelaku pelayaran seperti nelayan, operator kapal tongkang, dan operator kapal feri, dapat meningkatkan kewaspadaan guna menghindari kecelakaan laut.

Surat Peringatan gelombang tinggi di Perairan Selatan dari BMKG.(Foto: Ist)

Ia mengatakan tinggi gelombang tersebut tentu cukup membahayakan bagi pelayaran, terlebih kapal kecil.

Ketinggian gelombang 2,50 meter, menurutnya, sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan laut, terlebih tiupan angin selatan cukup kencang.

Karena itu, ia meminta pelaku pelayaran di perairan selatan Banten meliputi Pantai Binuangeun, Tanjung Panto, Sukahujan, Cihara, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Pulomanuk, dan Sawarna, meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi tersebut.

Begitu juga pelaku pelayaran di perairan Selat Sunda bagian selatan, meliputi Pantai Carita, Pantai Labuan, Pantai Panimbang, Pantai Sumur, dan Pantai Ujung Kulon.

BMKG telah menyampaikan cuaca buruk di perairan selatan Banten kepada pengelola Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, nelayan, dan pemerintah daerah (pemda) setempat.

Oleh karena itu, kata dia, wisatawan dan warga pesisir tidak boleh berenang di sekitar pantai, karena khawatir terseret gelombang tinggi.

“Kami berharap pelaku pelayaran dan wisatawan tetap waspada tinggi gelombang selatan Banten dan Selat Sunda bagian selatan, sehingga tidak menimbulkan kecelakaan laut,” katanya.

Facebook Comments