Triberita.com | Serang Banten – Setelah melakukan panen raya jagung Kuartal III di lahan seluas 22 hektar dari 60 hektar di Kampung Pasir Situ, Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Polres Serang kembali menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Mapolsek Tanara, Sabtu (23/8/2025).
Pada Kuartal II yang dihadiri Kapolda Banten, panen raya jagung berhasil mengumpulkan jagung pipil sebanyak 140 ton dari luas lahan 18 hektar. Setelah ada penambahan lahan seluas 4 hektar, panen kedua ini diharapkan mampu menghasilkan tidak kurang dari 170 ton.
“Alhamdulillah kita melakukan panen kedua jagung Kuartal III di lahan seluas 22 hektar. Pada panen raya Kuartal II sebanyak 140 ton jagung pipil, kami berharap setelah ada perluasan lahan, hasil panen meningkat,” ujar Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko.
Untuk distribusi hasil panen, kata Condro, Polres Serang telah bekerjasama dengan pihak ketiga, yakni Bulog Sub Divre Serang.

“Jagung yang dipanen dilakukan proses pengeringan, kemudian dijual ke Bulog yang memiliki kerjasama dengan harga per kilogram Rp6.500,” ungkapnya.
Kapolres menjelaskan, pihaknya tidak akan menerima bagian dari hasil panen. Hasil penjualan pipil jagung nantinya akan digunakan kembali untuk perluasan lahan serta untuk kesejahteraan para petani.
“Hasil dari panen ini menjadi hak petani untuk digunakan untuk menambah luasan dan mengolah lahan baru serta untuk kesejahteraan kelompok tani,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres mengapresiasi kerja Poktan Harapan yang dinilainya memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah pusat.
Dikatakannya, luas lahan pertanian jagung yang dikelola Poktan Harapan ini mencapai luas 60 hektare dan yang siap dipanen sekitar 22 hektar.
“Saya mengapresiasi kerja keras dari kelompok tani Harapan yang amanah menggarap puluhan hektar tanaman jagung sesuai target sekitar 4 bulan panen. Usai panen akan dilakukan penanaman jagung kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Harapan, Hadi Kuncoro menjelaskan, bahwa keberhasilan penanaman jagung ini tidak terlepas dari dukungan dan semangat Kapolres Serang.
Hadi mengatakan pada panen kedua di lahan seluas 22 hektar ini dapat menghasilkan jagung pipil tidak kurang dari 170 ton, dengan perkiraan hasil 8 ton per hektar.
“Insha Allah untuk panen kedua masa tanam kuartal II di lahan 22 hektare ini, akan menghasilkan tidak kurang dari 170 ton jagung pipil, dengan asumsi 8 ton per hektare,” kata Hadi Kuncoro.
Sementara dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Mapolsek Tanara, Sabtu (23/8/2025) dalam mendukung program Kapolri untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok, Polres Serang berkolaborasi dengan Bulog Sub Divre Serang, menyediakan beras premium Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng ukuran 1 liter.
Ratusan warga Kecamatan Tanara tidak menyia-nyiakan untuk mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga murah. Warga yang sebagian besar emak-emak secara bergelombang mendatangi halaman Polsek Tanara.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, berhasil menyalurkan 2 ton beras SPHP kemasan 5 kg serta 120 kantong minyak goreng merek MinyaKita ukuran 1 liter.
Dalam gerakan pangan murah ini, Polres Serang menjual dengan harga lebih murah dari pasaran. Untuk beras SPHP dijual seharga Rp56 ribu per 5 kg. Sedangkan minyak goreng merek MinyaKita dijual Rp15 ribu per kantong ukuran 1 liter.
Dalam kegiatan GPM, petugas membatasi pembelian beras dan minyak goreng. Masyarakat hanya bisa mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 kantong minyak goreng.
Kapolsek Tanara AKP Teguh Yuni mengatakan, kegiatan gerakan pangan murah (GPM) Polri ini, wujud komitmen Polres Serang dalam membantu menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Melalui kegiatan GPM ini, Polres Serang membantu masyarakat menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” kata Kapolsek.
Turut hadir dalam kegiatan GPM, Sekretaris Camat Tanara, UPT Pertanian serta personil Polsek Tanara.

















