Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Pemberian bantuan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian berupa pompa air dinilai belum memberikan solusi masalah di Pertanian.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Kecamatan Pebayuran, Indra Sujana mengungkapkan, dirinya menyayangkan kebaikan Pemerintah Daerah yang tidak tuntas dalam memberikan bantuan ke petani.
“Selama ini kami para petani justru kesulitan mendapatkan solar untuk bahan bakar, karena pom bensin yang ada di Kabupaten Bekasi tidak melayani pembelian solar pakai jerigen, masa iya kita kalau mau beli solar harus bawa mesinnya ke pom bensin,” ungkap Indra usai penyerahan simbolis bantuan dari Pj Bupati di sebelah Kantor KPUD Kabupaten Bekasi, Jum’at (17/05/2024).
Menurut Indra, seharusnya pemerintah selain memberikan bantuan juga bisa memberikan solusi bahan bakarnya, seperti surat untuk pembelian solar di pom bensin yang benar-benar melalui surat itu bisa membeli solar pakai jerigen untuk kepentingan petani.
“Selama ini meskipun pakai surat dari pemerintah untuk pembelian solar akan tetapi pihak pom bensin tidak mau melayani dengan alasan tidak melayani pengisian pakai jerigen,” ucapnya
Pihaknya berharap Pemerintah Daerah bisa segera mencari jalan solusi yang selama ini jadi masalah para petani.
“Selama ini kami kalau beli solar ke pom bensin daerah Kerawang, itu pun harus sore hari, dan kita diberi barcodenya, selain itu, kadang juga beli solar kepada yang punya truk di desa saya, meskipun harganya perliter mencapai 9 ribu, itu tidak jadi masalah, karena memang sulit para petani mendapatkan solar,” tutupnya.
Sementara itu penyerahan bantuan pompa air sebanyak 52 unit pompa air untuk kelompok tani yang berasal dari 44 desa dan 21 kecamatan.
Penyerahan tersebut secara simbolis diberikan langsung oleh Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan bersama Danrem 051/Wijayakarta Brigjen Riyanto dan perwakilan Ditjen Pertanian yang berlangsung di Gudang Alsintan Distan Desa Karangsambung, pada Jumat, (17/05/2024).
Dalam sambutannya Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan Kabupaten Bekasi saat ini masih dalam ancaman kerawanan pangan. Salah satu faktor pemicunya ialah dampak dari perubahan iklim dan kondisi geopolitik dunia serta ancaman dampak perubahan iklim yang akan datang.
“Oleh karena itu, perlu upaya untuk menjaga dan tetap berusaha menyediakan kebutuhan pangan, salah satunya dengan menambah luas komoditas tanaman pangan,” ujarnya.
Dani menambahkan, upaya ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada seperti melakukan optimalisasi lahan dan melakukan pompanisasi serta perluasan areal tanam.
“Bantuan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah dengan upaya dalam memenuhi kebutuhan dan kontribusi ketersediaan pangan nasional,” tuturnya.
Dirinya, berharap bantuan pompa air ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pertanian sehingga dapat meningkatkan luas tambah tanam. Serta dapat melampaui target dari Kementerian Pertanian.

















