Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Presiden Prabowo Resmikan 80.000 Kopdes Merah Putih untuk Gerakkan Ekonomi Desa

264
×

Presiden Prabowo Resmikan 80.000 Kopdes Merah Putih untuk Gerakkan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Diawali dengan ucapan, Bismillahirahmanirahim, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan peluncuran program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bantangan, Klaten, Jawa Tengah, pada hari Senin tanggal 21 Juli 2025. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Jakarta – Hari ini, Senin (21/7/2025), Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Peresmian secara simbolis, digelar di Klaten, Jawa Tengah, dengan meluncurkan sekitar 80 ribu Kopdes Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia secara serentak.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, pada siang hari ini, Senin 21 Juli 2025, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia meluncurkan kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa dan Keluharan Merah Putih,” ujar Prabowo di Klaten, Jawa Tengah.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa koperasi merupakan sarana utama untuk mewujudkan kedaulatan dan kemerdekaan ekonomi rakyat Indonesia.

Turut hadir ke peresmian, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.

Kemudian, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, hingga Menteri BUMN Erick Thohir.

Kopdes Merah Putih, termasuk Asta Cita ke-6 Presiden untuk menggerakkan ekonomi lokal, sehingga pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari tingkat desa/kelurahan.

Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, Kopdes Merah Putih merupakan satu dari trisula pengentasan kemiskinan di era pemerintahan Prabowo. Trisula pengentasan kemiskinan diluncurkan sepanjang Juli 2025.

“Senjata pertama, adalah kesehatan

Senjata kedua, adalah pendidikan, dan senjata ketiga adalah sosial-ekonomi,” kata Hasan.

Ketiga senjata itu, terwujud masing-masing dalam Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Sekolah Rakyat, dan Kopdes Merah Putih.

Tiga program ini, merupakan upaya dan komitmen serius pemerintah untuk memastikan pemerataan kesejahteraan yang nyata, bukan sekadar seremoni.

Kopdes Merah Putih, diluncurkan berdasarkan Instruksi Presiden No 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inpres dikeluarkan dan berlaku pada 27 Maret 2025.

Baca Juga :  Dukung Program Asta Cita, Kapolres Serang Libatkan Petani Tanam Jagung Seluas 300 Ha di Kuartal III 2025

Program ini, bertujuan untuk membangun ekonomi dari desa dan menciptakan pemerataan dan memerdekakan masyarakat dari kemiskinan.

Sebanyak 13 kementerian dan 2 badan, dilibatkan untuk menyukseskan program Kopdes Merah Putih, termasuk para Gubernur, Walikota/Bupati dan Kepala Desa.

Kemiskinan, merupakan sumber ketidakmampuan masyarakat untuk mengakses layanan dasar utama seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang layak.

Berdasarkan data BPS (2025), jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebanyak 24,06 juta orang atau 8,57%. Bahkan, 3.170.003 jiwa masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Persoalan kemiskinan, menjadi tantangan dalam upaya menuju visi Indonesia Emas 2045. Kemiskinan sangat mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia, karena kemiskinan akan berdampak pada keterbatasan akses terhadap pendidikan yang berkualitas, pelatihan keterampilan, layanan kesehatan yang memadai, serta pangan dan gizi yang mencukupi.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO), Adita Irawati mengatakan, kelembagaan 80.000 Kopdes Merah Putih, akan diluncurkan pada Senin (21/7/2025), di mana 103 nya menjadi mock up atau model percontohan ke depan.

Kisah sukses dari 103 Kopdes Merah Putih ini, nantinya akan direplikasi  ke desa lainnya, yang  diharapkan dapat beroperasi penuh pada  28 Oktober 2025.

“Sebanyak 103 Kopdes Merah Putih ini, akan dilihat operasionalisasinya. (Kopdes Merah Putih) yang lain persiapannya bertahap. Ini dilakukan untuk memastikan bukan hanya berdiri dan beroperasi, tapi Kopdes Merah Putih bisa memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” kata Adita.

Kopdes Merah Putih, dioperasikan melalui pendekatan yang inklusif, modern, dan berbasis gotong-royong. Kopdes Merah Putih diharapkan bisa memperkuat ekonomi desa, meningkatkan ketahanan pangan, dan ujungnya mengurangi kemiskinan.

Jadi, tidak adalah lagi pinjol ilegal atau tengkulak dan rentenir yang selama ini menjerat masyarakat desa.

Baca Juga :  UPDATE !! Gempa Turki -Suriah, Diprediksi Korban Tewas Tembus 10 Ribu Orang

Kopdes Merah Putih, juga berpotensi mendorong usaha lokal, memperpendek rantai distribusi, dan menyediakan akses terhadap sumber daya serta layanan yang dibutuhkan masyarakat desa.

Kopdes Merah Putih, mengedepankan kemakmuran dan kesejahteraan petani, karena menjadi tempat menampung hasil produksi pertanian secara langsung, tanpa melewati panjangnya rantai pasok yang selama ini menekan keuntungan petani.

Rantai pasok yang singkat, juga menekan pergerakan tengkulak dan menguntungkan konsumen yang bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Kopdes Merah Putih, dikembangkan melalui tiga pendekatan utama. Pertama, membangun koperasi baru; kedua mengembangkan koperasi yang sudah ada, dan ketiga merevitalisasi koperasi.

Secara kelembagaan, Kopdes Merah Putih terdiri dari kantor, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik dan apotek desa, cold storage, dan distribusi logistik.

“Fasilitas yang terdapat di Kopdes Merah Putih diharapkan bisa mempermudah masyarakat mengakses  kebutuhan pokok yang lebih terjangkau. Masyarakat juga bisa meminjam modal dengan mudah tanpa melalui rentenir. Layanan kesehatan akan lebih dekat. Hasil tani dan laut bisa disimpan di tempat yang aman. Distribusi logistik juga berjalan lancar,” pungkas Adita.

Facebook Comments