Scroll untuk baca artikel
BeritaJakarta Raya

Sempat Dibawa ke Medan, Bocah Korban Penculikan di Bogor Akhirnya Kembali Pada Orangtuanya

227
×

Sempat Dibawa ke Medan, Bocah Korban Penculikan di Bogor Akhirnya Kembali Pada Orangtuanya

Sebarkan artikel ini

Bocah ini diculik oleh calon bapak tirinya setelah adanya cekcok antara ibunya dengan pelaku

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin, mendampingi seorang ibu yang anaknya jadi korban penculikan. (Foto: Fathar)
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin, mendampingi seorang ibu yang anaknya jadi korban penculikan. (Foto: Fathar)

Triberita.com, Bogor – Korban penculikan, SM (3), dikembalikan kepada ibunya setelah berhasil ditemukan keberadaannya di Medan, Sumatera Utara. Bocah ini diculik oleh calon bapak tirinya setelah adanya cekcok antara ibunya dengan pelaku.

Pelaku RS (33), warga Medan ini awalnya berkenalan dengan ED (38), warga Manado di sebuah tempat ibadah di Jonggol. Perkenalan ini berlanjut di hari-hari berikutnya. ED yang merupakan seorang janda beranak satu, lalu jatuh cinta dengan pelaku.

Keduanya lalu memutuskan untuk berpacaran sejak tahun 2019 lalu. Dari hubungan suami istri diluar nikah, ED hamil. Ia lalu meminta pertanggungjawaban RS. Karena tidak sepakat, mereka lalu terlibat cekcok. Pelaku lalu membawa anak laki-laki ED berinisial SM yang berusia tiga tahun ke Medan.

“Awalnya saya cari keberadaan anak saya lewat media sosial. Tidak ketemu. Saya nanya beberapa warga juga tidak dapat jawaban. Akhirnya saya lapor ke Polsek Jonggol tanggal 18 Mei. Kalau anak saya dibawa pelaku itu tanggal 16 Mei. Tindak lanjut, anak saya sekarang kembali,” kata ED.

ED mengaku, putranya dibawa kabur dari rumahnya di Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Ia lega karena Polsek Jonggol dan Satreskrim Polres Bogor berhasil menangkap pacarnya di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menyerahkan atau mengembalikan korban SM kepada ED ibu kandungnya.

“Anak korban penculikan kami serahkan langsung kepada ibu kandungnya dalam keadaan sehat. Kami akan terus melakukan pendampingan terhadap kondisi psikologis korban. Kami akan melakukan pemulihan atau trauma healing atas kejadian yang ia alami, karena dari kondisi yang kami lihat, anak tersebut masih ada rasa takut apabila bertemu dengan seorang laki-laki dewasa,” kata AKBP Iman, Pada Kamis (1/6/2023)

Baca Juga :  Penerapan Ganjil Genap di Puncak Akan Diberlakukan Kembali Pada Akhir Pekan

Menurut Kapolres, berdasarkan keterangan yang didapat dari ibu korban, bahwa selama dalam penguasaan tersangka sekitar lima hari, tersangka sempat mengancam akan melakukan kekerasan terhadap anaknya dengan meminta sejumlah uang.

“Tersangka ancam ibu korban saat minta uang. Namun pelaku cepat kami tangkap sebelum dia realisasikan ancaman kekerasan dan tindakan lain terhadap korban. Korban SM anggota bawa pulang ke Bogor,” tegasnya.

 

Facebook Comments