Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Sesuai Perintah Presiden Prabowo, Kejagung Siap Usut Kasus Beras Oplosan Rugikan Negara Rp1.000 Triliun

364
×

Sesuai Perintah Presiden Prabowo, Kejagung Siap Usut Kasus Beras Oplosan Rugikan Negara Rp1.000 Triliun

Sebarkan artikel ini
Waspada beras oplosan (Foto : tangkap layar)

Triberita.com | Jakarta – Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengàtakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) siap menindaklanjuti instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengusut kasus beras oplosan.

“Dalam hal ini, kami akan pelajari dahulu, dikaji dahulu masuk ke ranah mana. Kejaksaan sebagai penegak hukum, siap menindaklanjuti arahan Presiden RI soal dugaan oplosan,” kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna, dikutip Rabu (23/7/2025).

“Kan bisa saja, itu kasus beras oplosan masuk ke ranah tindak pidana korupsi atau itu tindak pidana umum,” terangnya.

Dalam pengusutan itu, kata Anang, Kejagung akan turut berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kepolisian serta kementerian terkait.

“Di mana dalam pelaksanaannya, kita akan berkomunikasi, berkoordinasi dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian, kementerian pertanian dan pihak lain yang terkait sesuai dengan tugas dan kewenangannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo menyebut praktik curang beras oplosan menyebabkan kerugian besar bagi negara. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp100 triliun setiap tahun.

“Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh bangsa Indonesia, adalah Rp100 triliun tiap tahun. Rp100 triliun tiap tahun, berarti lima tahun Rp1.000 triliun. Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menurut saya, ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat,” kata Prabowo dalam sambutannya di acara Penutupan Kongres PSI 2025, Minggu (20/7/2025).

Menurut Prabowo, praktik tersebut dilakukan dengan cara memasarkan beras biasa sebagai beras premium dan menaikkan harga seenaknya.

Presiden menyebut, tindakan semacam itu sebagai bentuk pelanggaran yang harus ditindak secara hukum.

“Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikin seenaknya. Ini pelanggaran. Ini saya telah minta Jaksa Agung dan polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu,” ungkap Prabowo.

Baca Juga :  Panen Raya Nasional di Majalengka, Presiden Prabowo Turun ke Sawah

Ciri-ciri beras oplosan yang perlu di waspadai;

Aroma beras tidak alami

Beras asli umumnya memiliki aroma khas yang segar dan alami. Jika Anda mencium bau kimia, menyengat, atau bau pemutih pada beras, bisa jadi itu adalah beras oplosan yang telah diberi bahan tambahan.

Warna terlalu putih atau mengilap

Warna beras yang terlalu putih mencolok atau tampak mengilap secara tidak alami patut dicurigai. Beberapa pelaku oplosan menggunakan zat pemutih atau poles tertentu agar beras terlihat lebih bersih dan menarik, padahal kualitasnya tidak sesuai.

Tekstur butiran tidak merata

Beras berkualitas biasanya memiliki butiran yang seragam. Jika dalam satu kemasan Anda menemukan campuran butir kecil, patah, dan butiran utuh secara tidak merata, itu bisa menjadi tanda bahwa beras tersebut merupakan hasil oplosan.

Bobot tidak sesuai dengan label

Salah satu temuan dari Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa banyak kemasan beras yang bertuliskan 5 kg, namun ketika ditimbang hanya sekitar 4,5 kg. Ini adalah praktik curang yang sering dilakukan oleh produsen nakal.

Cepat menguning atau berjamur

Beras yang cepat berubah warna menjadi kuning atau mengeluarkan bau tidak sedap dalam waktu singkat setelah dibuka kemungkinan besar sudah dicampur atau diawetkan secara tidak benar. Ini bisa menjadi pertanda beras tersebut adalah oplosan.

Lengket saat dimasak

Jika setelah dimasak beras terasa terlalu lengket atau mengandung terlalu banyak air meskipun sudah sesuai takaran, Anda patut curiga. Hal ini bisa terjadi jika beras dicampur dengan jenis lain yang memiliki kadar air tinggi atau telah lama disimpan.

Facebook Comments