Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

SILPA Rp80 Miliar Terungkap, Pemkot Cilegon Janji Benahi Perencanaan Anggaran

175
×

SILPA Rp80 Miliar Terungkap, Pemkot Cilegon Janji Benahi Perencanaan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo didampingi Plt Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra usai rapat di Aula Setda Pemkot Cilegon, pada hari Senin tanggal 5 Januari 2026. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Cilegon Banten – Pemkot Cilegon mencatat adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sekitar Rp80 miliar.

Hal tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan program OPD Tahun Anggaran 2025, sebagai dasar persiapan perencanaan anggaran tahun berikutnya agar lebih efektif dan akurat. Evaluasi sendiri dilaksanakan, pada Senin (5/1/2026) di Aula Setda Pemkot Cilegon.

Hadir dalam rapat, Wali Kota Cilegon Robinsar, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, Plt Sekda Cilegoh Ahmad Aziz Setia Ade Putra, serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkot Cilegon.

Plt Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, SILPA tersebut terjadi karena dua faktor utama, yakni pendapatan daerah yang melampaui target serta adanya efisiensi belanja.

“PAD Cilegon secara keseluruhan melebihi target, di atas 100 persen. Selain itu, belanja-belanja yang tidak terlalu penting kami efisiensikan, sehingga menghasilkan SILPA yang cukup,” ujarnya, usai rapat.

Menurut Aziz, rapat evaluasi sendiri, dilakukan untuk melihat kinerja OPD sepanjang 2025. Termasuk menyoroti program yang masih kurang optimal, agar bisa diperbaiki ke depan. Khususnya, dari sisi ketepatan waktu, perencanaan, dan administrasi.

“Kami ingin mendorong agar susunan perencanaan anggaran setiap OPD tepat sasaran,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan, pentingnya perbaikan sistem perencanaan anggaran agar tidak lagi berbasis asumsi.

“Ke depan, potensi pendapatan harus benar-benar dihitung dengan kertas kerja yang jelas. Jangan berasumsi. Semua harus realistis dan sesuai kondisi lapangan,” tegasnya.

Wakil Wali Kota juga menekankan, perlunya penyesuaian harga satuan belanja agar sesuai dengan harga pasar. Menurutnya, hal tersebut penting untuk mencegah pemborosan anggaran dan ketepatan harga per satuan anggaran.

Baca Juga :  Sebanyak 31 warga binaan Pemasyarakatan menerima Pengurangan masa pidana Remisi Khusus hari Raya Natal tahun 2022

“Kalau di pasaran harganya segitu, jangan sampai dianggarkan jauh lebih tinggi. Kami ingin anggaran benar-benar efektif dan fokus pada kebutuhan, bukan keinginan,” ujarnya.

Facebook Comments