Triberita.com | Serang – Situasi dan waktu karena padatnya kegiatan tugas yang diemban, namun itu bukan merupakan alasan bagi personil Polres Serang Polda Banten dalam melakukan pentauan.
Guna kebutuhan warga korban banjir yang mengungsi, paket sembako berisi beras, minyak goreng, sarden, mie instan, kecap, roti dan susu, disalurkan langsung Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko kepada 200 kepala keluarga korban banjir di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, pada Sabtu (4/5/2024).
Dibawah guyuran hujan, alumnus Akpol 2005 ini terjun langsung dengan memgenakan pakaian dinasnya menerjang genangan air, karena seluruh fasilitas jalan tertutup tidak bisa dilintasi kendaraan, sehingga penyaluran bantuan sembako menggunakan perahu karet.
Dengan berjalan kaki dibantu personil BPBD dan TNI, Kapolres Serang, mendorong perahu karet milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipenuhi paket sembako menuju perkampungan penduduk.
Dengan cara door to door, Kapolres menemui warga korban banjir, baik yang masih bertahan di rumahnya masing-masing, atau warga yang menetap di lokasi penampungan.
“Alhamdulillah bantuan sembako sudah ada di tangan warga. Mudah-mudahan bantuan sembako ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga,” ucap Condro Sasongko.
Kapolres mengatakan, bahwa disaat mengalami musibah banjir, warga kesulitan mencari nafkah dan dirinya tidak ingin mendengar ada warganya yang tidak bisa makan.
Oleh karenanya, Kapolres menegaskan pihaknya telah memerintahkan Kapolsek dan anggotanya untuk rajin turun ke lapangan memonitor kondisi masyarakat.
“Saya tidak ingin ada warga yang kekurangan pangan. Kapolsek harus lakukan kordinasi dengan instansi terkait atau dengan pemerintah desa dan pengurus RT RW, pantau warga jangan sampai ada yang kekurangan makanan,” tegasnya.
Dikatakan Kapolres bahwa banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Kecamatan Jawilan disebabkan meluapnya Sungai Cibeureum. Ketinggian banjir akibat intensitas curah hujan tinggi ini hampir mencapai 1 meter.
“Masyarakat diimbau untuk waspada dan tinggal di tempat penampungan yang sudah disiapkan. Kalau memang ingin bertahan di rumah, kami imbau memutus aliran listrik agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Untuk diketahui, banjir ini terjadi sejak Selasa (30/4/2024) akibat dari luapan air Sungai Cibeureum di Kecamatan Jawilan membuat Kampung Nusa di Desa Parakan terisolir hingga Sabtu (4/5/2024. Akses jalan menuju kampung tersebut, putus akibat ketinggian air mencapai satu meter.
Banjir melanda wilayah tersebut akibat jebolnya tanggul Sungai Cicinta. Akibatnya, puluhan rumah terendam banjir dan ratusan KK terdampak bencana tersebut.
Diungkapkan Ketua RT setempat, Ayudin, banjir terjadi akibat tanggul jebol karena tidak kuat menahan debit air. Ketinggian air di pemukiman warga sudah mencapai dada orang dewasa.
Ditambahkan Babinsa desa Parakan Serda Taufik, banjir sudah 3 hari merendam kampung tersebut. Awalnya banjir sudah lebih dari 1 meter, namun kini sudah berangsur surut. Pihaknya membantu warga menyeberangi banjir.
“Sudah 3 hari banjir merendam rumah warga, kini berangsur surut tapi maish terendam. Kita ikut bantu warga nyeberang banjir, ungkap Serda Taufik, Kamis (2/5/2024).
Terpisah, Kepala Desa Parakan Nana sutisna mengatakan, meski banjir rutin terjadi di wilayah tersebut. Namun ini yang terparah karena biasanya tidak sampai memutus akses jalan warga.
“Ini yang terparah sih meski rutin banjir,” ujar Nana Sutisna.
















