Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Wagub Dimyati: Revitalisasi Sekolah Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan

161
×

Wagub Dimyati: Revitalisasi Sekolah Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti saat Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman se-Tangerang Raya, pada hari Rabu tanggal 14 Januari 2026. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Tangerang Banten – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan, bahwa revitalisasi sarana dan prasarana sekolah, merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang sukses di masa depan.

Revitalisasi tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu meningkatkan mutu pendidikan.

​Hal tersebut, disampaikan Wagub Dimyati usai menghadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman se-Tangerang Raya, yang dipimpin langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, bertempat di SD Ruhama Labschool Uhamka, Cireundeu, Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026).

​”Hari ini, kita menyaksikan peresmian revitalisasi sarana dan prasarana sekolah oleh Mendikdasmen. Terlebih, pengerjaannya dilakukan secara swakelola oleh sekolah dan komite. Hal ini, menumbuhkan sense of belonging atau rasa memiliki, sehingga kualitas hasilnya menjadi lebih baik,” ujar Dimyati.

​Menurut Dimyati, program revitalisasi sekolah, harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan, karena berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Banten.

Melalui fasilitas yang memadai, guru diharapkan dapat mengajar dengan lebih profesional, bijaksana, dan penuh perhatian.

Di sisi lain, peserta didik dapat belajar dalam suasana yang kondusif, yang turut mendukung pembentukan karakter spiritual dan perilaku positif.

​”Melalui revitalisasi ini, diharapkan anak-anak menjadi lebih cerdas dan gurunya semakin bermutu. Lingkungan sekolah menjadi lebih aman, nyaman, dan selamat. Intinya, upaya ini bertujuan menjadikan anak-anak sukses di masa depan,” terangnya.

​Dalam kesempatan yang sama, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memaparkan, data terkait program revitalisasi pendidikan. Untuk wilayah Tangerang Raya, meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Penerima bantuan tahun ini, mencapai 96 sekolah, dengan total nilai bantuan sebesar Rp105 miliar. Dengan rincian sekolah, meliputi 3 PAUD, 23 SD, 13 SMP, 30 SMA, 21 SMK, 2 SLB, dan 4 PKBM.

Baca Juga :  PC IM Muhammadiyah Karawang 2023-2024 Dilantik, Kaderisasi Bangun Forum Intelektual

​Sementara itu, secara keseluruhan di Provinsi Banten, revitalisasi pada tahun 2025, mencapai Rp380 miliar dengan total 323 sekolah. Di antaranya, terdiri dari 15 PAUD, 107 SD, 75 SMP, 52 SMA, 60 SMK, 8 SLB, 1 SKB, serta 5 PKBM.

​Abdul Mu’ti menjelaskan, bahwa revitalisasi ini, merupakan realisasi program hasil cepat (quick win) Presiden Prabowo Subianto. Secara nasional, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp16,9 triliun untuk 16.171 satuan pendidikan.

​”Secara bertahap, diharapkan selesai pada akhir Januari 2026. Dengan revitalisasi, kita dapat memiliki sarana dan prasarana yang bermutu untuk pembelajaran yang berkualitas,” paparnya.

​Untuk tahun 2026, Abdul Mu’ti mengungkapkan, bahwa DPR RI telah menyetujui revitalisasi lanjutan untuk sekitar 11.700 satuan pendidikan dengan anggaran sekitar Rp11 triliun.

Presiden, juga menargetkan penambahan hingga total 71 ribu satuan pendidikan yang diharapkan rampung pada tahun 2029.

​Menutup kegiatan tersebut, Bunda PAUD sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, berharap program ini memberikan dampak nyata. Ia mengajak seluruh ekosistem pendidikan untuk berkolaborasi menjaga fasilitas yang telah dibangun.

​”Menjadikan sekolah aman dan nyaman, adalah tanggung jawab bersama. Saya mengajak peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta ramah anak,” ujar Tinawati.

Facebook Comments