Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Sekian lama masalah sampah di Kabupaten Bekasi masih menjadi polemik. Pasalnya, dampak sampah yang mengalir dari muara ke pesisir pantai berdampak pada mata pencaharian nelayan yang semakin sulit untuk mencari ikan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Soleman berharap kepada Dinas Lingkungan Hidup (LH), melakukan langkah-langkah preventif, agar peristiwa penumpukan sampah yang berdampak terhadap nelayan bisa diatasi secepatnya
“Kita meminta kepada Dinas LH agar segera melakukan langkah yang tepat dan cepat untuk mengatasi sampah itu, saya sangat prihatin dampak sampah ini mengakibatkan pendapatan nelayan dalam menangkap ikan semakin berkurang bahkan bisa dibilang semakin susah untuk mendapatkan ikan,” ungkapnya. Kamis (1/2/2024).
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di dekat bantaran sungai, supaya tidak membuang sampah di sungai
“Saya berharap masyarakat bisa lebih sadar dari dampak membuang sampah sembarangan, terutama sampah yang dibuang di bantaran sungai atau langsung ke sungai, ini sangat merugikan banyak masyarakat yang lain,” harapnya.
Erwin (52) salah satu nelayan mengungkapkan, hasil tangkapan ikan kini turun drastis akibat banyaknya sampah yang mengalir di pesisir pantai tersebut.
“Terkadang saat saya memasang jaring untuk menangkap ikan, hanya sampah-sampah plastik serta sampah lainnya yang menyangkut dijaring, ikan sekarang semakin sulit untuk didapat,” ucapnya.
Menurutnya, dampak sampah ini sangat miris, terutama, ketika memandang kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang masih minim.
Pencemaran laut akibat sampah plastik dilakukan tangan yang tidak tahu dosa dan tanpa rasa bersalah, dengan sesuka hati mereka membuang sampah ke aliran sungai yang bermuara ke laut,” tandasnya.
Dari pantauan awak media Triberita.com kamis (1/2//24) sampah yang berada di pesisir laut kian menumpuk yang mengakibatkan nelayan sulit mencari ikan.

















