Scroll untuk baca artikel
Berita

Warga Cabangbungin Bekasi Babaritan, Doa Bersama Pasca Fenomena Aneh Terjadi di Sungai Citarum

385
×

Warga Cabangbungin Bekasi Babaritan, Doa Bersama Pasca Fenomena Aneh Terjadi di Sungai Citarum

Sebarkan artikel ini
Warga Cabangbungin Kabupaten Bekasi adakan acara doa bersama atau Babaritan di Rengas Lima (Foto : Jeje).

Triberita com | Kabupaten Bekasi – Warga Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi menggelar doa bersama, pascafenomena aneh yang terjadi di Sungai Citarum

Doa bersama atau biasa disebut Babaritan itu sebagai ungkapan rasa syukur atau terimakasih kepada Allah SWT atas nikmat atau keberkahan hidup.

Acara tersebut digelar di Keramat Rengas Lima, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (19/9/2024) pukul 16.00 WIB.

Hadir dalam acara doa bersama tersebut tokoh petani Kabupaten Bekasi Wilayah Utara, Saman Hudi, dan Yudi dari media Radar Bhayangkara Indonesia beserta jajaran. juga Misra SM, Ketua MOI Bekasi Raya beserta jajaran.

Fenomena aneh yang terjadi di Sungai Citarum beberapa hari yang lalu.(Foto: Jeje)

Tasyakuran di keramat Rengas Lima tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Pasalnya, tempat keramat itu dianggap sebagai tempat sakral yang dikeramatkan, karena diyakini sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhur yang memiliki kekuatan gaib.

Sebelum acara dimulai, Misra SM mewakili warga memberikan sambutannya, bahwa acara doa bersama dan tasyakuran ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada Allah SWT.

“Bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, semoga kita semua dalam lindungannya. Kita panjatkan doa kepada Allah SWT lanjut Misra, semoga kita semua diberikan sehat, diberikan keberkahan rejeki yang halal yang berlimpah. Semoga kita semua diberikan kesehatan, lancarkan urusan, serta keberkahan rezeki,” ucap ketua MOI Bekasi Raya.

Sementara itu Samanhudi Tim Petani Bekasi wilayah utara mengatakan, ini merupakan ritual kearifan lokal yang menjadi tradisi turun temurun yang disebut Babaritan.

“Babaritan serta baca syekh Ini adalah tradisi turun temurun, pada hakikatnya kita semua meminta keselamatan dan keberkahan,” tutupnya.

Acara doa bersama atau Babaritan serta Manaqib Sheikh Abdul Qadir Jailani dibacakan oleh Ustadz Jalal.

Facebook Comments
Baca Juga :  Miris ! Siswa Dua Kelas di SDN Jayalaksana 03 Belajar Dalam Satu Ruangan, Pemkab Bekasi Abaikan Proposal Kepsek