Triberita.com | Kalimantan Utara – Black Box atau kotak hitam dan emergency locator transmitter (ELT) milik pesawat Smart Air yang jatuh di wilayah Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berhasil ditemukan.
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril mengungkapkan, seluruh operasi keselamatan dan evakuasi tim SAR dari lapangan berjalan baik, meski sempat terkendala cuaca yang tak menentu.
Black Box atau alat yang berisi rekaman seluruh data penerbangan dan semua percakapan, menurut Syahril, sudah diserahkan ke KNKT, maka pihaknya menyatakan operasi SAR sudah selesai.
Henry Poerborianto, Investigator Keselamatan Penerbangan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjelaskan, black box merupakan alat yang berisi rekaman seluruh data penerbangan termasuk percakapan pilot.
” Jadi nanti ada data suara dan data penerbangan mulai ketinggian, kecepatan, dan arah. Termasuk percakapan pilot,” Jelas Henry.
Tim SAR gabungan berada di lokasi jatuhnya pesawat Pilatus PC-6 Porter PK-SNE milik maskapai penerbangan Smart Aviation yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, pada Jumat (8/3/2024) pukul 08.25 WITA.
Ada 10 personel tim SAR gabungan yang masih berada di lokasi jatuhnya pesawat, guna mencari kotak hitam (black box) dan Flight Data Recorder (FDR). Kotak hitam penting untuk mengetahui penyebab kecelakaan maut tersebut.
Tim SAR gabungan yang masih di lokasi, dari Basarnas yakni Hamsah, Muzfadhil Chaerul Muhammad, Muh Yusdi Fajerin, Fajar Bakti Tandi Datu, dan Rangga Wijaya Saputra, sedangkan personel dari TNI/Polri, yakni Letda Agung, Serka Safriansyah, Serda Sigawa, Bripda Trio Paurana, dan Bripda Sahrul.
“Tim SAR gabungan yang berada di Posko Gabungan Tarakan melaksanakan briefing untuk melaksanakan evakuasi tim SAR gabungan yang masih berada di lokasi kejadian jatuhnya pesawat,” ujar Kepala Basarnas Tarakan Syahril.
Upaya pencarian korban dan jatuhnya pesawat, juga dilakukan oleh warga Desa Binuang Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan pada Sabtu (9/3/2024) pagi.
Pencarian dipimpin oleh Kades Ba Binuang Kalvin Daud, yakni satu tim terdiri dari 15 orang, dimana dua tim akan masuk hutan di Punang Bayur, sedangkan warga Desa Binuang yang lain membantu mempersiapkan logistik.
Untuk menuju lokasi, dari Binuang ke lokasi koordinat diduga jatuhnya pesawat, harus ditempuh menggunakan kendaraan roda dua selama 20 menit.
Sementara sebanyak 10 orang yang terdiri dari enam anggota rescue Basarnas Tarakan dan empat kru helikopter GA.5224 dari Kodam VI Mulawarman, melakukan penyisiran udara ke sejumlah wilayah sebagaimana pada rute perjalanan Tarakan – Binuang, yang diduga sebagai lokasi terakhir pesawat itu berada.
Diketahui, saat itu pesawat kargo type Pilatus Pc6 milik maskapai penerbangan Smart Air ini, dalam perjalanan dan mengangkut barang sembako yang mendapatkan subsidi ongkos angkut (SOA).
Pesawat tersebut diawaki oleh satu orang pilot, bernama Capt M Yusuf, serta satu orang engineer on board (EOB), Deni S. Tercatat pesawat Smart Air tersebut membawa muatan kargo dengan berat total 583 kilogram.
Dijelaskan Kepala Basarnas Tarakan Syahril, seluruh korban dapat di evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Jusuf SK untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, pada Minggu (10/3/2024).
Pilot pesawat PK-SNE Smart Aviation Capt. M Yusuf (29), alamat Kluster Botanical Garden III No 9, Bekasi Selatan, Jawa Barat, ditemukan selamat, dan Deni S (35), asal Pangandaran ditemukan meninggal dunia.
Kedua korban dievakuasi dari lokasi kejadian dengan menggunakan Super Puma H-225M Reg. H-2207. Setelah berhasil mengevakuasi seluruh korban dan langsung dibawa menuju Tarakan.
Usai menyambut kedatangan penyelamat, termasuk black box, kegiatan penyerahan dilakukan kepada tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dari Kepala Kantor SAR Tarakan. Alat yang diserahkan yakni alat perekam data penerbangan atau black box serta ELT pesawat PK SNE.
“Dengan berhasilnya mengeluarkan kotak hitam beserta alat ELT, serta tim penyelamat kembali dengan selamat dari titik jatuhnya pesawat, maka operasi SAR di hari keempat, sejak Jumat tanggal 8 hingga 11 Maret 2024, dinyatakan ditutup,” imbuhnya.

















