Triberita.com | Cilegon Banten – Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Hal itu dialami puluhan pemudik di Pelabuhan Pelindo Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten, di hari kedua puncak arus mudik Idul Fitri 1445 Hijriah, pada Minggu (7/4/2024) dinihari hingga siang ini.
Diduga karena kelelahan akibat antri berjam-jam untuk dapat naik ke kapal ferry, serta akibat cuaca terik, menyebabkan puluhan pemudik dari Pulau Jawa tujuan Pulau Sumatera, jatuh pingsan di tengah antrean menuju kapal di Pelabuhan Pelindo Ciwandan.
Diketahui, sejak Sabtu (6/4/2024) malam hingga Minggu (7/4/2024) siang, ribuan kendaraan pemudik Lebaran 2024 menggunakan sepeda motor terus mengalir masuk ke Pelabuhan Pelindo Ciwandan.
Selain puluhan pemudik jatuh pingsan, insiden penipuan tiket juga dialami oleh pemudik sepeda motor ini, mengakibatkan mereka sempat tertahan di gerbang masuk Pelabuhan Ciwandan.
“Saya tidak boleh masuk ke pelabuhan. Kata petugas yang memeriksa, barkot yang saya dapat dari penjual tiket Ferizy dipinggir jalan sebelum Pelabuhan Pelindo, tidak dapat digunakan untuk check-in di pelabuhan,” ujar Gusman, pemudik dari Depok yang berencana mudik ke Kota Agung Lampung.

Pemudik sepeda motor lainnya, Eneng (45) dari Tangerang, mengungkapkan kekecewaannya.
“Saya udah beli tiket, pas mau masuk, barkot tiketnya tidak bisa discan,” ujar Eneng.
Anisah Purti, salah seorang pemudik asal Cikarang, mengatakan bahwa sudah antre dari pukul 05.00 pagi hingga Minggu siang belum juga masuk ke dalam kapal.
“Saya dari Cikarang berangkat jam 00.30 WIB sama suami dan dua anak saya. Sampe sini sekitar jam 05.00 subuh, sampe sekarang masih antre di luar,” ujarnya, saat ditemui Triberita.com, Minggu (7/4/2024) pukul 10.00 WIB di area antri pemudik pengendara motor untuk menuju ke dermaga Pelabuhan Pelindo Ciwandan.
Anisah mengatakan akan mudik ke Tanggamus, Lampung Tengah, dengan perjalanan kurang lebih sekitar 7 jam lagi untuk bisa ke kampung halaman.
“Insya Allah masih kuat karena perjalan 7 jam lagi, yang lain banyak yang pingsan tahun ini mudiknya luar biasa parah macetnya,” katanya.
Koordinator harian Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Banten, Kementerian Kesehatan, Endang Syarifatul Anwar, menjelaskan bahwa jumlah pasien yang pingsan hari ini meningkat dibandingkan hari sebelumnya.

“Penyebab utama adalah dehidrasi karena cuaca yang sangat panas. Kami berupaya keras untuk mengatasi situasi ini. Kami masih bisa mengendalikannya dan telah menambah jumlah petugas medis di posko kami,” ungkapnya.
Terkait puluhan pemudik calon penumpang kapal ferry yang harus berjam-jam berada diarea antrian menuju ke kapal, dan jatuh pingsan, sudah dilakukan penanganan medis yang siaga 24 jam di Pelabuhan Pelindo Ciwandan.
“Kami dari Pelindo hanya menyediakan fasilitas tempat. Terkait penyebab puluhan pemudik yang jatuh pingsan diarea jalur antrian menuju ke kapal, kami hanya bisa penanganan bantuan medis. Untuk masalah lainnya, pemudik sampai 5 jam berada diarea antri akibat keterlambatan sandar kapal ferry, silahkan konfirmasi ke ASDP. Di Pelindo hanya ada 3 kapal saja,” ujar Irtanto Armawan, Junior Manager Komersial PT Pelindo (Persero) Regional 2 Banten kepada Triberita.com, Minggu (7/4/2024).
Sementara itu, kepada Triberita.com, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin melalui Ellen menyampaikan, ASDP bersinergi dengan PT Pelindo dalam penyediaan fasilitas pendukung di Pelabuhan Ciwandan, yang dapat diakses oleh pemudik sehingga mendapatkan _experience_ perjalanan mudik dengan kapal ferry, yang aman, nyaman, tertib, dan selamat.
“Pelabuhan Ciwandan menjadi prasarana yang disiapkan untuk melayani para pemudik motor dari Jawa menuju Sumatera, dengan rute Ciwandan – Bakauheni, dan Ciwandan – Panjang. Para pemudik motor dapat mengakses layanan dari Ciwandan, dimana terdapat lahan parkir kosong yang telah “disulap” sebagai akses tollgate bagi pemudik motor,” tutur Shelvy.
Beberapa fasilitas yang telah disediakan di area Pelabuhan Ciwandan, antara lain adalah ruang tunggu, ruang ibu menyusui, ruang bermain anak, dan toilet portabel yang terbagi baik di sudut area parkir motor maupun di jalan masuk menuju dermaga.
Adapun ruang tunggu penumpang yang disediakan dilengkapi dengan kursi yang nyaman, fasilitas pendingin udara, serta charging center bagi para pemudik yang ingin mengisi daya perangkat elektronik mereka.
Tidak hanya itu, ASDP juga menyiapkan ruangan khusus Ibu Menyusui bagi para Ibu yang hendak memberikan ASI.
Sejumlah 40 toilet portabel juga telah disediakan dan terbagi baik di sudut area parker motor maupun di jalan masuk menuju ke dermaga, sehingga para pemudik tidak kesulitan saat mencari toilet selama menunggu waktu penyeberangan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan arus mudik di Pelabuhan Ciwandan, juga tersedia Bazaar UMKM yang disiapkan PT Pelindo bagi para pemudik yang ingin membeli berbagai produk lokal seperti makanan dan minuman di sekitar pelabuhan.
“Pelindo itu sebagai pemilik tempat, juga kolaborasi kok sama kita, menyiapkan fasilitas. Jadi gak bs dibilang cuma ASDP yang tanggung jawab,” terangnya.

















