Triberita.com, Cikarang – Para pedagang liar yang kerap menjajakan dagangannya di trotoar dan badan jalan di Kawasan Simpang SGC, Jalan RE. Martadinata, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi menyebabkan kemacetan panjang, Selasa (18/4/2023).
Kemacetan panjang menggular di jalan pantura ekor mulai dari terminal Cikarang hingga simpang SGC Cikarang, kepadatan disebut terjadi adanya peningkatan volume kendaraan dari pemudik baik sepeda motor maupun kendaraan mobil yang mengarah ke Jawa Tengah.
Hal ini dikeluhkan Jayanti (34) warga Tambun Bekasi (pengendara motor) mengatakan, pada saat derasnya arus mudik seperti sekarang ini, dirinya terjebak macet hampir dua jam.
“Saya berangkat mudik dari Tambun jam 05,00 WIB pagi tadi, sampai simpang SGC jam 07.00 WIB terjebak macet kurang lebih 2 jam,” kata Yanti saat ditemui tribrita dilokasi, Selasa pagi.
Yanti menyebut, dirinya sengaja memilih mudik ke kampung halaman seusai sholat subuh, selain menghindari kemacetan siang hari, ia juga mengindari panasnya matahari.
“Sengaja saya berangkat subuh supaya tidak macet, eh malah disini macet parah terpaksa saya menepi mendinginkan mesin,” jelas Yanti sembari menepi didampingi sang suami.
Dirinya menjelaskan, yang menjadi kepadatan kendaraan meningkat, kata Yanti, lantaran adanya pedagang liar yang berjualan dipinggir jalan.
“Banyak pedagang liar disini, emang sudah langganan tapi enggak separah ini biasanya, sampai-sampai motor ajah enggak gerak apa lagi mobil,” ujarnya.
Kendati itu, kata Yanti kembali, polisi juga melakukan penutupan arus di simpang SGC tersebut, hal ini membuat pedagang sulit memutar sehingga mengalami penumpukan kendaraan.
“Tadi juga saya liat ditutup sama petugas pas putaran balik perempatan, jadi susah buat muter balik jauh lewat flyover, malah makin parah macetnya,” bebernya.
Sementara itu, Riki pemilik warung nasi disekitar mengatakan, sudah tak heran lagi pemandangan seperti ini, ia menyebut, lokasi ini memang kerap terjadi kemacetan lantaran banyaknya pedagang di sisi jalan.
“Udah enggak heran kang, emang sering macet disini kan ada pasar tumpah, kalau bukanya malam jam 10, beresnya pagi jam 08.00,” jelasnya.
“Mau di gimana lagi kang, mereka (pedagang) nyari duit, kalau mau mindahin pedagang harusnya direkomendasikan ditempat yang strategis agar mereka mendapatkan penghasilan yang cukup,” ujarnya.
Hal ini diperparah, kata Riki, dengan adanya mobil bus karyawan pabrik yang menambah daftar kemacetan panjang.
“Ditambah banyak bus karyawan disini, kalau pagi kan pekerja pabrik nunggu jemputan,” bebernya.
“Ya mudah mudahan ada penanganan serius dari pemerintah Kabupaten Bekasi,” tandasnya.
Pantauan triberita.com dilokasi pukul 07.25 WIB pagi, arus mudik sudah mulai terlihat dan memadati wilayah simpang SGC Cikarang yang mengarah ke Jawa Tengah dan sekitarnya.
Terlihat juga ada petugas Kepolisian dari Polres Metro Bekasi tengah melakukan rekayasa lalulintas dan menutup putaran balik di simpang SGC Cikarang.
















