Triberita.com | Serang Banten – Sesuai instruksi Pemerintah Kota (Pemkot), RSUD Kota Serang telah menyiapkan tiga ruangan khusus bagi calon legislatif (caleg) yang mengalami depresi ringan pasca-Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Bahkan, bukan hanya tempat atau ruangan khusus perawatan, melainkan sampai untuk pembiayaan perawatan serta penanganan pasien, akan dibebankan kepada pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin mengatakan, Pemkot Serang telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD Kota Serang untuk menerima pasien dengan gejala gangguan kejiwaan, meski dalam kategori ringan.
Namun, untuk dokter spesialis kejiwaan, Nanang menjelaskan, RSUD Kota Serang belum memiliki lengkap, sehingga akan ditangani oleh dokter umum sebagai penanganan awal.
Kemudian, pihak rumah sakit Kota Serang, juga tidak memiliki poli khusus penanganan kejiwaan, maka hanya disiapkan ruangan khusus bagi mereka.
“Misalnya depresi atau sebagainya. Untuk RSUD Kota Serang sebenarnya belum memiliki poli kejiwaan, tapi saya sudah instruksikan kepada Kadinkes, apabila stres ringan untuk dilayani saja dan ditangani dengan baik, dan mengenai ruangan khusus, RSUD Kota Serang sudah menyiapkannya untuk pasien dengan gangguan kejiwaan pasca Pemilu 2024 sebanyak tiga ruangan,” ujarnya, Jumat (16/2/2024).
Bahkan, untuk pembiayaan penanganan gangguan kejiwaan tersebut, Pemkot Serang akan menanggungnya secara keseluruhan, mulai dari perawatan hingga penanganan lainnya.
“Iya, ditanggung oleh pemerintah daerah. Karena kami ngeri dan itu diskresi dari pemerintah daerah, dalam rangka pelayanan,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Serang, Muammar mengatakan, saat ini pihak rumah sakit baru memiliki tenaga dokter umum dan spesialis penyakit dalam dan jantung.
Sedangkan, untuk dokter spesialis kejiwaan pihaknya belum memilikinya dan akan ditangani oleh dokter umum serta dokter spesialis saraf.
“Kami belum ada dokter spesialis kejiwaan, baru ada dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis jantung. Tapi, untuk penanganan awal kami masih bisa tangani,” ucapnya.
Apabila terdapat pasien caleg dengan gangguan kejiwaan pasca pemilu kondisinya cukup mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius, Muammar menjelaskan, maka akan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.
“Kalau memang harus dirujuk, tentu akan kami rujuk. Tapi kami juga siapkan penanganan awal,” ujarnya.
















