Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBeritaPemilu2024Politik

Atet, Caleg PKB DPRD Kabupaten Bekasi: Nyaleg Santai Saja, Kalau Sudah Jadi Baru Serius

315
×

Atet, Caleg PKB DPRD Kabupaten Bekasi: Nyaleg Santai Saja, Kalau Sudah Jadi Baru Serius

Sebarkan artikel ini
Ahmad Tetuko Taqiyuddin atau Atet, Caleg PKB DPRD Kabupaten Bekasi.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Waktu semakin begulir, tidak terasa Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada hari Rabu (14/02/2024) tinggal tersisa 21 hari lagi.

Seiring gencarnya para kandidat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) turun ke ke daerah, begitupun juga Calon legislatif (Caleg) Kabupaten / Kota Provinsi, dan Pusat, semakin gencar pula ber manuver ke masyarakat.

Namun ternyata, tidak semua caleg turun ke bawah bersosialisasi ke masyarakat untuk memaparkan visi-misi serta programnya apabila terpilih nanti.

Salah satu caleg yang terlihat santai adalah Ahmad Tetuko Taqiyuddin yang biasa disapa Atet, Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, yang maju menjadi Caleg DPRD Kabupaten Bekasi Dapil VII dari PKB nomor urut 1.

Sambil ngopi bareng di kediamannya Atet biasa disapa, berbincang santai dengan Triberita di Kampung Kebon kopi, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (23/01/2024).

Atet pun menjelaskan tetang sampai saat ini masih santai-santai saja, terkesan tidak serius, tidak seperti caleg-caleg pada umumnya, yang rajin turun ke bawah untuk bersosialisasi, mengenalkan diri, menyampaikan visi misi, program-programnya ke masyarakat.

“Nyaleg itu tidak usah terlalu serius, santai saja, jika mau serius itu nanti ketika sudah jadi, kerjanya yang serius,” ucapnya.

Caleg yang serius, kata dia, nanti ketika terpilih duduk di kursi DPRD kerjanya tidak akan serius. Dari keseriusannya itu terlihat ambisi para caleg ingin jadi anggota dewan.

“Saya berbanding terbalik dengan caleg-caleg yang lain, saya nyaleg santai saja, tidak terlalu serius, nanti ketika jadi, baru serius kerja. Untuk sekarang biarkan timnya yang turun ke bawah untuk bersosialisasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Buka Puasa, Forwat Tangerang Bagi-bagi Takjil kepada Pengendara

Dikatakannya, terlepas nantinya mau dipilih atau tidak, itu hak masyarakat, karena pemilu ini hajatnya mereka, bukan hajatnya para caleg.

“Ini hajatnya rakyat se Indonesia, biarkan masyarakat menentukan pilihannya tanpa harus dijejali janji-janji yang tidak pernah terealisasi, masyarakat butuh bukti bukan janji,” ucapnya.

“Sudah banyak terbukti caleg-caleg yang sudah jadi, tidak serius kerjanya, ketika jadi dewan tidak mewakili rakyat, sedangkan dewan itu wakil rakyat yang harusnya mewakili aspirasi rakyat di legislatif maupun di eksekutif,” sambungnya.

Atet menambahkan, dirinya berharap, untuk pribadi dan juga para kandidat caleg lainnya, ketika nanti jadi dewan prioritaskan dapilnya masing-masing.

“Artinya, prioritaskan apa yang menjadi keinginan masyarakat di dapilnya, baik itu terkait soal pembangunan, pendidikan, dan kesehatan, pertanian dan yang lainnya,” pungkasnya.

Facebook Comments
Example 120x600