Triberita.com | Serang Banten – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Provinsi Banten, mencatat hujan deras yang mengguyur Kota Serang selama beberapa hari, sejak Minggu hingga Senin (12/1/2026) memicu banjir di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, banjir yang melanda Ibu Kota Provinsi Banten mengakibatkan sebanyak 1.579 rumah dan memaksa 501 warga mengungsi dengan ketinggian air, mulai dari 30 hingga 120 centimeter.
Kompleks Grand Sutera di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya dan Kasemen tercatat sebagai titik dengan genangan paling parah.
Sebagian warga, terpaksa mengungsi ke masjid dan mushola terdekat, karena rumah masih tergenang. Dua keluarga, tercatat mengungsi di Musala Blok D dan satu keluarga di Musala Blok E.
Di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, menyebabkan 167 warga harus mengungsi.
Diat menjelaskan, banjir tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.
“Di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, ketinggian air mencapai 120 cm. Di lokasi ini, sebanyak 167 jiwa dilaporkan mengungsi,” ujar Diat.
Selain itu, pengungsian juga terjadi di Lingkungan Gelam Timur, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, sebanyak 200 jiwa, serta di Kelurahan Panancangan sebanyak 50 jiwa.
“Kami telah mendirikan tenda pengungsian di lokasi terdampak parah, seperti di Lingkungan Tanggul Jaya, untuk menampung warga,” katanya.
BPBD Kota Serang, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan cuaca ekstrem.
“Pengguna jalan juga diminta berhati-hati saat melintas di wilayah rawan longsor dan pohon tumbang,” terang Diat.

















