Scroll untuk baca artikel
Berita

Berujung Kisruh, Aliansi Ojol Menduga Ada Penyusup pada Aksi Solidaritas Ojol Solo Raya

594
×

Berujung Kisruh, Aliansi Ojol Menduga Ada Penyusup pada Aksi Solidaritas Ojol Solo Raya

Sebarkan artikel ini
Massa Aksi Driver Ojol unjuk rasa dengan melempari Markas Brimob Manahan Solo pakai batu.(Foto: Istimewa)

Triberita.com Solo – Aksi solidaritas pengemudi ojek online (Ojol) di Kota Solo Jawa Tengah, berujung kisruh. Aksi yang semula damai di depan Mako Brimob Solo ini merambah ke Bundaran Gladak dan Gedung DPRD Solo.

Aliansi solidaritas ojol Solo Raya menyesalkan insiden kerusuhan yang terjadi saat aksi mereka.

Humas aksi, Djoko Saryanto, menduga kericuhan ini dipicu oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang menyusup ke dalam barisan ojol. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah menarik mundur para pengemudi ojol sebelum kekerasan terjadi.

“Kami sangat menyayangkan aksi yang ternyata disusupi oknum yang mengarah ke perusakan atau anarki. Kami tegaskan, sebelum kejadian anarkis itu terjadi, kami sudah menarik mundur teman-teman ojol untuk kembali ke markas dan beraktivitas seperti biasa,” kata Djoko.

Upaya Aliansi Mengendalikan Situasi

Djoko menambahkan, penarikan pengemudi ojol dilakukan pada pukul 15.00 WIB karena sudah ada indikasi kerusuhan. Menurutnya, aksi yang berlangsung setelah jam tersebut sudah bukan lagi bagian dari ojol.

“Kami sudah mengimbau teman-teman untuk mundur karena aksinya sudah tidak murni lagi dari driver ojol. Bahkan, sampai malam pun, teman-teman sudah tidak ada di jalan,” ungkapnya.

Untuk memastikan anggotanya pulang, aliansi bahkan membentuk satgas internal yang bertugas menyisir lokasi kerusuhan dan menyelamatkan kendaraan milik ojol.

“Kami bentuk satgas internal untuk menyisir lokasi. Bahkan, kami berhasil mengamankan beberapa motor rekan-rekan yang masuk rumah sakit,” jelas Djoko. “Kami titipkan tiga motor yang kami temukan di sepanjang Jalan Adi Sucipto dan depan Manahan di pos satpam CIMB.”

Satgas ini juga memantau pergerakan para pengemudi ojol di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dan mengimbau mereka untuk segera pulang setelah terjadi kekacauan di atas pukul 22.00. Bahkan, satgas internal dari Gojek juga ikut menyisir, mengambil jaket milik orang yang tidak memiliki akun aktif, dan menyuruh pengemudi ojol dengan akun aktif untuk pulang.

Baca Juga :  LSM Sniper Klaim Aksi Demo Gabungan Dimanfaatkan Oknum DPRD Kabupaten Bekasi

Bantahan Terhadap Tuduhan Anarki
Djoko menegaskan bahwa pembakaran ruang sekretariat di kantor DPRD Solo bukan dilakukan oleh pengemudi ojol. “Kami bisa pastikan itu bukan dari driver ojol,” tegasnya.

Ia juga menduga penyusupan sudah terjadi sejak awal, bahkan sebelum insiden perobohan pagar Mako Brimob.

“Setelah kami evaluasi, ternyata penyusupan itu sudah terjadi sejak awal. Kami sudah mengarahkan massa yang bukan driver ojol, tapi ternyata ada oknum yang membuat kerusuhan lain di luar koordinasi kami,” jelas Djoko. “Akibatnya, ada beberapa kejadian yang tidak termonitor, termasuk perobohan pagar.”

Kronologi Singkat Aksi Ricuh
Aksi solidaritas pengemudi ojek online pada Jumat (29/8) siang berakhir ricuh. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa di depan Mako Brimob Solo.

Setelah pukul 17.30 WIB, massa berpindah ke Bundaran Gladak. Mereka membakar berbagai fasilitas umum, termasuk water barrier, di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Jenderal Sudirman. Puncaknya, aksi ini berakhir dengan pembakaran ruang Sekretariat Dewan di kantor DPRD Solo pada pukul 02.00 dini hari.

Facebook Comments