Scroll untuk baca artikel
Berita

Gedung DPRD Kota Solo Terbakar, Buntut Aksi Solidaritas Ojol

274
×

Gedung DPRD Kota Solo Terbakar, Buntut Aksi Solidaritas Ojol

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar kondisi terkini gedung DPRD Solo yang hangus dibakar massa pendemo pada Jumat, 29 Agustus 2025 malam.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Solo – PAsca meninggalnya Affan Kurniawan (21) driver ojol yang dilindas mobil Brimob dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025) memicu terjadi aksi solidaritas di berbagai daerah, tak terkecuali di Solo, Jawa Tengah.

Sayangnya, aksi yang terjadi di Solo berakhir ricuh, bahkan menyebabkan terbakarnya gedung DPRD Solo pada Sabtu dini hari (30/8). Api yang melahap kantor perwakilan rakyat di Jalan Adi Sucipto, Karangasem, baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.20 WIB. Hingga menjelang subuh, aparat kepolisian dan TNI masih bersiaga di lokasi kejadian.

Kronologi Kerusuhan: Dari Aksi Damai ke Kekerasan

Awalnya, aksi ini berlangsung damai. Bahkan sempat diadakan salat gaib bersama antara para pengemudi ojek online dan anggota Brimob Batalyon C Pelopor di Manahan pada Jumat (29/8) siang.

Namun, situasi mulai memanas setelah salat Ashar ketika massa mencoba mendobrak pintu depan markas Brimob Solo dan merusak pagar pembatas.

“Awalnya biasa saja, tapi setelah salat Ashar jadi ricuh,” kata Heri, seorang pedagang setempat. “Kami tidak bisa jualan. Ada pembeli yang sedang makan, langsung lari semua karena kena gas air mata.”

Heri menambahkan, banyak pedagang terpaksa menutup warung mereka setelah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Meluasnya Kekacauan dan Kerusakan Fasilitas Umum

Kericuhan kemudian meluas ke sepanjang Jalan Adi Sucipto. Massa mulai membakar water barrier, merusak pembatas jalan, dan mencabut rambu lalu lintas. Polisi terus memukul mundur pengunjuk rasa dengan tembakan gas air mata.

Akibat insiden ini, sedikitnya 10 orang harus dilarikan ke rumah sakit. Situasi sempat mereda menjelang Maghrib, namun kerusuhan kembali pecah sekitar pukul 18.30 WIB di Bundaran Gladak. Massa melepaskan tembakan kembang api ke arah aparat, yang dibalas dengan gas air mata oleh polisi.

Baca Juga :  TPA Jalupang meminta DLHK Karawang untuk Tindak Lanjut Sampah 

Sejumlah fasilitas umum di sekitar Balai Kota Solo juga rusak, seperti pot tanaman yang hancur dan water barrier yang terbakar. Suara tembakan gas air mata masih terus terdengar hingga malam hari di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

Facebook Comments