Triberita.com | Kota Bekasi – H Sugeng Mulyanto, politikus yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat di Bekasi Barat, mendukung gerakan pemuda agar lebih peka terhadap penanggulangan bencana alam.
Didaulat sebagai Pembina pada organisasi Pemuda Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kota Bekasi, pria biasa disapa Mulyanto ini bertekad ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat, dalam hal ini anak muda agar memperoleh fasilitas yang cukup dalam menanggulangi bencana alam di Kota Bekasi.
Nama H Sugeng Mulyanto di dunia politik di Kota Bekasi sudah tidak asing lagi. Politikus Partai Demokrat ini pernah menjabat Anggota DPRD Kota Bekasi selama 2 periode, 2004-2009 dan 2009-2014. Tahun ini, ia akan berjuang lagi untuk posisi di kursi DPRD Provinsi Jawa Barat. Bernomor urut 7, Sugeng Mulyanto mewakili daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok.
Maka, bila berhasil duduk di legislatif mewakili rakyat Kota Bekasi Jabar pada 2024 nanti, keinginan Mulyanto adalah memperjuangkan kepentingan rakyat di dua kota tersebut. Salah satunya kepentingan anak muda yang peduli terhadap tanggap bencana, namun fasilitasnya masih minim, karena alasan anggaran.
“Gerakan mulia anak-anak muda PDK ini harus didukung dan diperjuangkan, karena mereka juga memperjuangkan keselamatan orang banyak,” ujarnya Sugeng Mulyanto disela-sela kegiatan Pelatihan Pemuda Tanggap Bencana di Gedung Graha Multiguna Bintara, Bekasi Barat, Sabtu (2/12/2023).
Untuk mengakomodir kebutuhan itu, lanjut Mulyanto, diperlukan sosok yang bisa menjembatani ke Pemerintah.
“Saya punya ide, nantinya di Kota Bekasi ini aka nada suatu perkumpulan di bawah naungan PDK yang disebut perkumpulan Pemuda Tanggap Bencana, yang dibiayai oleh APBD Kota Bekasi,” ujarnya.
Ia mencontohkan untuk pelatihan pemuda tanggap bencana, supaya bisa maksimal, tidak cukup dengan waktu yang singkat 3 atau 5 hari. Tapi paling tidak perlu waktu satu minggu dan harus ada praktek penanggulangan bencana.
”Dengan adanya praktek itu, akan terseleksi siapa yang memiliki keahlian, misalnya berenang untuk bencana banjir atau menolong orang hanyut. Kemudian keahlian lainnya untuk menyelamatkan orang pada bencana kebakaran, dan sebagainya,” papar Mulyanto.
Generasi muda yang mau peduli dengan tanggap bencana ini, menurut Mulyanto luar biasa, karena tidak semua orang mau peduli dengan bencana. Karena itu kebutuhan mereka harus didukung dan diakomodir.
“Mereka luar biasa, karena tidak semua orang mau peduli dengan bencana, yang ada hanya jadi penonton,” ungkapnya.
Dikatakannya, dengan ada pelatihan pemuda tanggap bencana, maka anggotanya akan lebih terdidik. Karena itu pemuda tanggap bencana ini perlu dikembangkan, makanya bisa bekerjasama dengan organisasi lain seperti di Kota Bekasi ini sudah ada Forum Kewaspadaan Dini.
“Karena dari organisasi Forum Kewaspadaan Dini ini, bisa diketahui bencana yang sudah terjadi di wilayah lain dan diperkirakan akan melanda wilayah kita. Misalnya bila ada informasi arus banjir yang akan mendekat bisa diketahui, sehingga pemuda tanggap bencana bisa siap-siap dan sigap lagsung bekerja,” papar Mulyanto.
“Sebisa mungkin, arus banjir itu bisa dicegah agar tidak banyak korban. Karena, bagaimanapun pencegahan lebih baik daripada penanganan,” sambungnya.
Mulyanto menekankan sekali lagi, bahwa Pemuda Tanggap Bencana ini perlu didukung pemerintah, melalui anggaran. Artinya Pemerintah Kota Bekasi maupun Pemprov Jabar diminta mengalokasikan anggaran untuk kegiatan Tanggap Bencana ini.
“Pemerintah ada dana tak terduga, maka dana itu bisa dialokasikan pada kegiatan tanggap bencana ini,” pungkasnya.

















