Triberita.com | Lebak Banten – Cuaca ekstrem ditandai curah hujan tinggi dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang terjadi pada Jumat (8/3/2024) lalu, mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor.
Dari data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, tercatat sebanyak 764 jiwa dan 191 rumah terdampak banjir dan tanah longsor.
Wilayah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Banten Selatan terjadi di tiga kecamatan Bayah, Cilograng dan Cibeber, namun yang terparah, yakni di Desa Bayah Barat atau tepatnya di Kecamatan Bayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan relawan di 28 kecamatan untuk membantu warga yang terdampak.
“Saat ini relawan di lapangan terus melakukan peninjauan dan pemantauan, terkait dengan dampak dari cuaca ekstrem,” ujar Febby, Minggu (10/3/2024).
Febby menuturkan, relawan juga telah mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban terdampak di beberapa desa. Khususnya bagi mereka yang mengalami kerusakan rumah akibat bencana.
Febby menjelaskan, bencana banjir tanah longsor dan angin kencang, berdampak terhadap beberapa infrastruktur yang membuat akses lalu lintas warga tersendat.
Untuk kondisi jalan longsor, terjadi di Jalan Cikotok-Tegalumbu, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber, dan jalan Kampung Jogjogan penghubung ke Kampung Sawah di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah.
“Ada ruas jalan yang terdampak longsoran sehingga membuat warga tidak bisa melintas, kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Banten mengatasi kondisi tersebut,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, dampak dari curah hujan tinggi dan angin kencang di wilayah Kabupaten Lebak, mengakibat empat rumah milik warga di Kampung Cisaat, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, rusak terkena tanah longsor, pada Jumat (8/3/2024) lalu.
“Dari informasi kita terima di Patia ini beberapa desa masih tergenang banjir setinggi satu meter, di Desa Idaman, Surianen, dan Desa Cimoyan,” katanya.
Informasi dari tim yang di berada di lokasi banjir, di Desa Idaman bahwa air masih setinggi satu meter. Ia berharap, air cepat surut dan tidak turun hujan kembali.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak tercatat, empat rumah yang mengalami kerusakan adalah rumah milik Urip, rumah milik Ade, rumah milik Samsu, dan rumah milik Jardi. Semuanya merupakan warga Kampung Cisaat.
Dalam kejadian curah hujan mencapai 240 milimeter per detik ini, tidak ada korban jiwa. Semua pemilik rumah selamat dari peristiwa nahas tersebut.
“Kepada warga, tetap berhati-hati dan waspada, karena saat ini sedang terjadi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten,” pintanya.

















