Triberita.com | Serang Banten – Dua orang petugas kelompok penyelenggara Pemilu 2024 di Provinsi Banten meninggal dunia dan 4 orang dilarikan ke rumah sakit, diduga akibat kelelahan setelah mengikuti kegiatan persiapan Pemilu 2024.
Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, didampingi Wakapolres Serang, Kompol Ali Rahman CP, menyempatkan takziah ke rumah duka setelah mendapat kabar meninggalnya Supardi (36), warga Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Informasi yang diperoleh, Supardi yang bertugas di TPS 13 Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, meninggal dunia diduga akibat kelelahan.
Korban menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang, lantaran kondisi kesehatannya menurun secara drastis.
Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Furqon mengatakan, kejadian bermula ketika korban sedang melakukan pengawasan di TPS temat ia bertugas. Sekitar pukul 02.00 WIB, korban drop.
Saat itu juga, lanjut Furqon, korban dibawa ke salah satu klinik yang berada dekat dengan lokasi kejadian. Namun karena kondisinya yang tak kunjung membaik, korban kemudian dirujuk untuk dibawa ke RSDP Serang, namun sekitar jam setengah 10 menghembuskan nafas terakhir.
Di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Kepala Puskesmas Pasar Kemis, dr Salwah membenarkan kabar meninggalnya seorang petugas KPPS bernama Satriawan, usia sekitar (44), warga Pasar Kemis.
“Iya, betul. Ada petugas KPPS dilaporkan meninggal, dari informasi yang kami terima meninggal pada Rabu (14/2/2024) pukul 19.30 WIB,” katanya.
Ia menerangkan, sebelum dinyatakan meninggal dunia, petugas KPPS itu tidak sadarkan ketika proses penghitungan surat suara berlangsung, san oleh para petugas di TPS, korban langsung dibawa ke klinik terdekat sebagai upaya penanganan.
Namun, tak lama setelah diperiksa petugas kesehatan, kondisinya kian kritis hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
“Dari laporan, petugas KPPS ini awalnya pingsan, kemudian dibawa ke klinik, namun begitu sampai dan diperiksa sudah meninggal,” jelasnya.
Aris selaku Ketua KPPS 086 Perumahan Taman Nuri saat dikonfirmasi mengatakan, sebelum meninggal dunia, Satriawan warga Pasar Kemis yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online tersebut beristirahat seusai penghitungan surat suara pada Rabu (15/2/2024) malam.
Namun, namun korban yang sedang beristirahat di depan TPS, tiba-tiba jatuh pingsan. Anggota KPPS yang berada di lokasi langsung membawa korban ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Waktu itu kita sedang istirahat. Almarhum istirahat di bale dekat TPS, terus anggota KPPS lainnya sempat mendekati korban sambil memijat. Tahu-tahu dia kayak mau muntah dan pingsan, langsung kita bawa ke klinik,” ujarnya.
Di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada pelaksanaan pemungutan suara Rabu siang kemarin, seorang anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Cikulur, dilarikan ke RSUD Adjidarmo.
Anggota Panwaslu bernama Alam Anjar Maulana, tiba-tiba jatuh pingsan saat tengah menjalankan tugasnya sebagai pengawas pemilu di Kecamatan Cikulur. Namun tim medis merekomendasikan untuk dilarikan ke RSUD Adjidarmo untuk dilakukan penanganan.
“Iya, benar anggota Panwaslu Kecamatan Cikulur yang pingsan. Punya riwayat penyakit, masuk RS jam 13.44 WIB,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak dr Budhi Mulyanto.
Dia mengatakan, Dinkes Kabupaten Lebak menyiagakan ratusan tenaga kesehatan untuk membantu menjaga kesehatan para penyelenggara Pemilu 2024.
Ratusan tenaga kesehatan yang diturunkan untuk mengantisipasi adanya gangguan kesehatan kepada petugas khususnya kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), mulai dari perawat sampai tenaga dokter.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat, sebanyak 13 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengalami sakit saat bertugas dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kota Cilegon.
Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan pada Dinkes Kota Cilegon, Febrinaldo mengatakan, terkait penanganan kesehatan petugas penyelenggara Pemilu, pihaknya melakukan monitoring ke Puskesmas dan ke empat rumah sakit rujukan.
“Adapun tenaga kesehatan Puskesmas pada tanggal 14 Februari itu melakukan monitoring ke TPS wilayah kerjanya selama 24 jam,” ujar Febri.
Dari monitoring itu, lanjut Febri, pihaknya menangani bermacam-macam petugas di TPS mulai dari KPPS, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), dan petugas lainnya.
“Sakitnya bervariasi, setidaknya ada 13 orang. Ada anggota KPPS, Linmas, ada satu orang pemilih juga,” tuturnya.
Dari 13 orang tersebut, Febri menyebutkan, satu orang dari Kecamatan Ciwandan, empat orang dari Kecamatan Pulomerak, Kecamatan Grogol satu orang, Kecamatan Cilegon dua orang, Kecamatan Jombang tiga orang, dan Kecamatan Citangkil dua orang.
“Tidak ada yang sampai dirujuk ke rumah sakit, karena penyakit yang dialami hanya penyakit ringan setelah dilakukan pemeriksaan medis,” ujarnya.
















