Scroll untuk baca artikel
BeritaBisnisJakarta RayaLiveNewsPeristiwaSocial Media

Dugaan Dapen Bermasalah, KPK Bakal Selidiki Aduan Menteri BUMN Erick Thohir

205
×

Dugaan Dapen Bermasalah, KPK Bakal Selidiki Aduan Menteri BUMN Erick Thohir

Sebarkan artikel ini
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri. Foto : Internet.
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri. Foto : Internet.

Triberita.com, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap dugaan dana pensiun (dapen) BUMN bermasalah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengecek hal tersebut.

“Nanti kami cek tentang itu karena ada dua dimensi, apakah itu pencegahan atau konteksnya penindakan,” ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri pada wartawan pada Senin (6/2/2023).

Menurutnya, jika ranah penindakan, itu harus melalui mekanisme aduan terlebih dulu. Karena itu, KPK ingin memastikan konteks dari pernyataan Erick Thohir.

“Kalau penindakan berarti melalui mekanisme pelaporan aduan masyarakat dst,” kata dia.

“Tapi dalam konteks pencegahan ada juga misal di-monitoring. Nanti kami cek dulu konteksnya di mana,” jelas Ali.

Erick Thohir soal Dana Pensiun Bermasalah
Kementerian BUMN telah menyerahkan persoalan dana pensiun (dapen) bermasalah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat ini, kementerian yang dinakhodai BUMN Erick Thohir, tengah menunggu langkah dari KPK.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap terdapat 65 persen dana pensiun BUMN yang bermasalah. Hal itu diketahui dari temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kita tunggu KPK, sama seperti ketika kita waktu memberikan pada Kejaksaan kan. Ternyata setelah itu Kejaksaaan memproses yang kami pun habis itu tidak tahu agak surprise-surprise juga akibatnya,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Jumat (3/2/2023) lalu.

“Kalau ini KPK yang kita lihat KPK gimana mereka, yang pasti kita berikan dapen itu, kalau mengenai dapen itu sampai 60% itu laporan OJK, bahwa mereka mengatakan dapen kita bermasalah,”sambungnya.

Ia menjelaskan Kementerian BUMN akan memperketat pengelolaan dana pensiun BUMN ke depan. Selama ini, BUMN tak ikut serta dalam mengambil keputusan investasi. Ke depan, direksi BUMN akan dilibatkan dalam pengambilan keputusan investasi dana pensiun.

Baca Juga :  Geram, 2 Orang Terduga Pelaku Curanmor Jadi Bulan-bulanan Massa di Bekasi

Menurut Arya, yang selama ini mengelola uang pensiunan pegawai BUMN bukanlah ahli investasi.

“Kita tahu juga, maaf gitu ya, dapen (dana pensiun) ini kan itu banyak diisi sama pensiunan yang memang bukan ahli juga dalam investasi. Dulu itu, dulu kita tahu pensiun nggak punya kerjaan, (jadinya) di dapen,” ungkapnya.

Arya mengatakan pihaknya akan memperketat pengelolaan dapen BUMN ke depan. Selama ini, kata dia, BUMN tak ikut serta dalam mengambil keputusan investasi.

Dia mengatakan, BUMN akan dilibatkan dalam pengambilan keputusan investasi dapen.

“Ini kita melibatkan Direktur Keuangan dan Direktur HC yang ada di masing-masing BUMN untuk ke depannya dalam penentuan apakah OK, nggak OK terhadap investasi. Ini yang kita lagi godok,”terang Arya.

Penulis : Daeng Yusvin

Editor : Khari Riyan Jaya

 

Facebook Comments
Example 120x600