Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaKriminal

Dukun Cabul Diringkus Unit PPA Polres Serang Polda Banten

201
×

Dukun Cabul Diringkus Unit PPA Polres Serang Polda Banten

Sebarkan artikel ini
DU (31) dukun cabul sedang diperiksa di Polres Serang, Rabu (17/1/20224).(Foto: Humas Res Serang)

Triberita.com| Serang Banten – Warga Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, DU (31) yang mengaku seorang dukun, ditangkap aparat kepolisian setelah dilaporkan mencabuli pasiennya.

DU diringkus oleh petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang Polda Banten, karena kasus pencabulan dengan modus bisa mengobati penyakit secara alternatif kepada korbannya.

Hal itu dibenarkan Kapolres Serang AKBP Wiwin Setiawan.

“Dukun cabul itu ditangkap di kediamannya pada Kamis (11/1/2024) malam. Dugaan pencabulan dengan modus pengobatan alternatif, terjadi di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang pada Sabtu (5/8/2023),” katanya.

Kapolres menjelaskan, pada saat itu korban menemui lokasi pengobatan tersangka ingin mendapat pengobatan alternatif karena sakit pada bagian bahu.

Dan dari hasil pemeriksaan, korban sudah empat kali berkunjung ke tempat praktek tersangka. Pada kunjungannya pertama, proses pengobatan berjalan seperti biasa karena pada saat itu disaksikan suami dan keluarga korban.

“Pada pengobatan yang ketiga, korban ditemani oleh teman wanitanya. Namun pada saat pengobatan, teman korban menunggu di luar kamar. Tersangka sempat meraba-raba bagian tubuh korban dengan alasan pengobatan,” terangnya.

Pada kunjungan ke empat, korban kembali ditemani oleh teman wanitanya. Di ruang praktek, teman korban kembali disuruh menunggu di luar kamar. Saat itu, tersangka minta korban melepas seluruh pakaiannya. Dalam keadaan tanpa busana, korban kemudian dibawa ke kamar mandi untuk mandi kembang tujuh rupa sebagai syarat ritual pengobatan.

“Usai mandi kembang, korban diajak bersetubuh sebagai syarat menghilangkan penyakit yang ada dalam tubuh dan tanpa sadar korban menuruti permintaan itu,” katanya.

Usai melampiaskan nafsu bejadnya, tersangka mengancam agar korban tidak menceritakan ritual cabul yang telah dijalaninya kepada orang lain. Sebelum pulang, korban juga diminta biaya pengobatan sebesar Rp450 ribu.

Baca Juga :  Polres Serang Bongkar Rumah Produksi Tembakau Gorila di Bogor Jawa Barat

“Sesampainya di rumah, korban menceritakan kejadian tersebut kepada suaminya. Setelah mendapatkan laporan dari isterinya, pihak keluarga pun melapor ke Mapolres Serang,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka DU mengakui perbuatannya telah mencabuli korban karena tidak kuat melihat tubuh pasiennya yang dalam kondisi tanpa busana.

“Tersangka DU juga mengatakan bahwa praktek pengobatan alternatif telah dijalani sekitar dua tahun,” katanya.

Dirinya menyampaikan akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini dan menghimbau masyarakat agar lebih ketat dalam pengawasan.

Facebook Comments
Example 120x600