Triberita.com | Cilegon Banten – Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten yang melayani pemudik arus balik Lebaran 2024, mulai dipadati pengendara roda dua atau sepeda motor dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang akan menyeberang ke Sumatera.
Pada H-7 Lebaran Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Ciwandan mulai dioperasikan untuk mengangkut pemudik bersepeda motor yang akan menyeberang ke pulau Sumatera.
Trafik pemudik menggunakan sepeda motor via Pelabuhan Ciwandan,Kota Cilegon, Provinsi Banten, terpantau mengalir lancar, pada Rabu (3/4/2024) pukul 02.00 WIB.
Pemudik banyak yang memilih perjalanan pada malam hari untuk menghindari terik matahari di siang hari.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin, mengimbau kepada seluruh pengguna jasa yang akan menyeberang dari Pelabuhan Ciwandan, agar tetap mengatur waktu keberangkatan, dan tetap menjaga stamina kesehatan tubuh, dan juga kendaraannya, sehingga perjalanan dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan selamat.
Pelabuhan Ciwandan sendiri, merupakan pelabuhan bantuan yang digunakan pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan pemudik motor selama masa mudik Lebaran 2024.
Adapun proses pemudik motor memasuki kapal feri di antaranya pertama pesepeda motor akan memasuki area parkir Pelabuhan Ciwandan.
Kedua, pemudik akan berhenti di Pos 1 untuk melakukan pengecekan bukti reservasi tiket, KTP (Kartu Tanda Penduduk), dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). STNK yang dimiliki pemudik harus sesuai dengan pelat nomor kendaraan yang digunakan.
Ketiga, pemudik motor akan diarahkan menuju Pos 2 untuk melakukan pencetakan tiket. Keempat, usai tiket tercetak pemudik motor langsung menuju antrean motor untuk menunggu jam keberangkatan. Keberangkatan kapal feri dilakukan sekitar satu jam sekali.
Pelabuhan Ciwandan, merupakan pelabuhan khusus penyeberangan laut bagi kendaraan roda dua selama arus mudik Lebaran 2024. Sementara Pelabuhan Merak menjadi tempat penyeberangan bagi kendaraan roda empat dan bus.
H-7 Pelabuhan Pelindo, Ciwandan mengoperasikan sebanyak 4 kapal ro-ro guna mengangkut pemudik motor.
Sebelumnya, pada penyampaiannya, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan, fasilitas tambahan yang disediakan ASDP sebagai poin kritikal untuk mengurai arus kendaraan di kawasan pelabuhan apabila terjadi kepadatan selama musim mudik. Salah satu yang disoroti, adalah memastikan ‘delaying system’ berjalan baik.
“Salah satu kunci sukses gelaran Angkutan Lebaran tahun lalu, adalah penerapan ‘delaying sistem’. Hal ini sangat kritikal, berfungsi utama untuk mengatur volume arus dan pastikan kendaraan sudah bertiket. Karena masih ada saja yang jalan tanpa tiket, meskipun angkanya kecil,” ungkap Ira Puspadewi.
Sejumlah titik lokasi buffer zone di luar pelabuhan telah disiapkan ASDP yang berfungsi sebagai ‘delaying system’.
Dari arah jalan tol Jakarta-Tangerang, terdapat tiga titik buffer zone ASDP, yakni berada di rest area KM 13, KM 43, dan KM 68, yang dilengkapi tambahan tenaga pelayanan untuk melakukan screening pengguna jasa yang belum bertiket.
Diperkirakan jumlah pemudik pada arus mudik lebaran tahun 2024 ini, meningkat 65 persen dibanding dengan arus mudik lebaran tahun 2023.
“Kami mengimbau, agar mudik berjalan aman dan lancar, agar melakukan mudik lebih awal atau lebih cepat,” ujarnya.
Dijelaskan Ira Puspadewi, ASDP Merak sendiri akan melayani kendaraan roda empat, bus, dan truk golongan VB (truk dengan panjang kurang dari 7 meter). Kapal ferry sudah ada 33 unit yang siap operasi per 24 jam di lintasan Pelabuhan Merak.
Sementara kendaraan roda dua, truk golongan VIB (truk dengan panjang 7-10 meter), dan truk golongan VII (truk dengan panjang 10-12 meter), serta truk besar golongan VIII dan IX akan dilayani melalui pelabuhan perbantuan.
Pembagian golongan kendaraan melalui tiga pelabuhan tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pemudik di area Merak yang telah teruji efektif pada angkutan lebaran tahun lalu. Penerapan pengaturan ini berlaku mulai dari H-7 sampai dengan H-1 Idul Fitri.
Adapun terkait kebijakan batas maksimum pembelian tiket kapal ferry pada radius 4.7km dari titik terluar pelabuhan Merak, “Sudah jauh-jauh hari dilakukan sosialisasi kepada pengemudi atau pengendara, juga kepada para pengusahanya, sehingga kami harap tidak ada lagi (pengguna jasa) yang membeli (tiket kapal) di dekat pelabuhan,” terang Ira Puspadewi.
Dalam mengantisipasi kepadatan arus pemudik yang belum bertiket tersebut, ASDP menyiapkan tenaga pelayanan di beberapa titik luar pelabuhan yang menjadi buffer zone, yakni di posko Cikuasa atas dan bawah, rest area KM 68, rest area KM 43, rest area KM 13.
Sejak 11 Desember 2023, ASDP juga telah memberlakukan pembatasan area penjualan tiket di sekitar pelabuhan dengan radius maksimal sejauh 5 km dari pelabuhan berdasarkan surat Dirjen Hubdat AP.406/1/5/DJPD/ 2023 perihal Penataan Layanan Pemesanan Tiket Elektronik
Sementara itu, GM ASDP Cabang Merak, Suharto mengungkapkan, bahwa kapasitas parkir pelabuhan Merak telah bertambah menjadi 5.526 unit kendaraan kecil.
Penambahan kapasitas ini merupakan hasil perobohan eks kantor KSKP dan kantor ASDP Merak sesuai dengan hasil rapat terbatas bersama Presiden RI tahun lalu.
“Dermaga 2 ASDP Merak telah rampung ditingkatkan kapasitasnya sejak beberapa bulan lalu, sehingga kapal dengan ukuran besar lebih dari 10.000GT sudah dapat sandar di dermaga tersebut. Dengan demikian, maka ASDP siap mengoperasikan tujuh dermaga secara optimal” kata Suharto.
Suharto menegaskan, bahwa terdapat 126 trip operasional kapal dari seluruh dermaga pada kondisi normal di ASDP Merak selama pelayanan 24 jam.
“Jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 130 trip pada kondisi padat, dan 139 trip pada kondisi sangat padat,” katanya.
Dengan demikian, antrian kendaraan dapat diminimalisir, terutama pada puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada H-3 Idul Fitri.
Adapun radius batasan pembelian tiket ferry adalah sebagai berikut:
1. Pelabuhan Merak sejauh 4,71 km dari titik tengah pelabuhan terluar (sebagai contoh acuan titik Hotel Pesona Merak).
2. Pelabuhan Bakauheni sejauh 4,24 km dari titik tengah pelabuhan terluar (sebagai contoh acuan Balai Karantina Pertanian).
Untuk kelancaran perjalanan, khususnya di lintas Merak-Bakauheni, ASDP mewajibkan pengguna jasa membeli tiket secara online via Ferizy sebelum keberangkatannya.
Demi kelancaran dan kenyamanan selama penyeberangan, pastikan pengguna jasa sudah bertiket maksimal H-1 keberangkatan.
Diketahui, bahwa ASDP sudah membuka penjualan tiket online Ferizy sejak 60 hari sebelum hari keberangkatan, sehingga dengan melakukan reservasi perjalanan lebih awal maka perjalanan menjadi lebih terjamin, lebih aman, tidak perlu mengantre, dan pastinya lebih nyaman.
Pastikan beli tiket online secara mandiri hanya di website Ferizy di trip.ferizy.com atau aplikasi Ferizy dan mitra resmi Ferizy. Mohon kerja sama pengguna jasa, jangan membeli tiket ketika baru menuju ke pelabuhan, dan hindari membeli tiket via calo di area pelabuhan

















