Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBeritaPemilu2024Politik

Hadapi Pemilu, Kemenag Kabupaten Bekasi Ingatkan ASN Harus Netral

298
×

Hadapi Pemilu, Kemenag Kabupaten Bekasi Ingatkan ASN Harus Netral

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi, Shobirin mengingatkan ASN di lingkungannya untuk bersikap netral menghadapi Pemilu 2024.(Foto: Rossi)

Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Bekasi, Shobirin mengingatkan dengan tegas kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kementrian Agama Republik Indonesia yang bertugas di Kabupaten Bekasi sebagaimana arahan Menteri Agama dan Kantor Wilayah (Kanwil) harus bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

“Harus bersikap netral, artinya tidak ngeblok sana dan sini sebagaimana arahan yang disampaikan Pak Mentri dan Pak Kanwil,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di Gedung Juang, Tambun Selatan, seltasa (02/01).

Sikap netral dimaksud, Shobirin menjelaskan, yakni dengan tidak memblok sana dan sini untuk menjaga sikap persatuan dan kesatuan yang patut diwujudkan dan dikokohkan. Kendati Pemilu 2024 tengah memasuki musim kampanye, namun pihaknya juga dengan tegas meminta kepada seluruh jajarannya tidak melakukan hal hal yang tidak diinginkan.

“Sikap netral ASN kementrian agama sudah harga mati tidak boleh ditawar lagi. Maka dari itu persatuan dan kesatuan perlu dikokohkan dan diwujudkan agar Pemilu 2024 berjalan dengan damai dan lancar,” tandasnya.

Shobirin juga memberikan himbauan kepada pemangku kepentingan terutama kepada tokoh agama maupun penggiat keagamaan seperti ustad, pendeta, romo maupun lainnya agar memberikan konsep dakwah yang menyejukkan dikalangan umat dalam kondisi perpolitikan 2024.

“Para tokoh maupun penggiat keagamaan sudah kita himbau supaya tidak mengeluarkan bahasa yang provokatif. Dan dirinya juga meminta kepada penyuluh keagamaan dari kementrian agar bersama sama berkontribusi mendukung pelaksanaan pemilu 2024 agar berjalan dengan lancar, tertib, aman dan nyaman.” ujarnya

Jadi peran penyuluh kementrian agama Kabupaten Bekasi, kata dia, nanti akan diterjunkan ke lapangan guna memberi edukasi kepada para tokoh agama maupun penggiat keagamaan. Para penyuluh ini terdiri dari 9 orang dengan posisi ASN dan non ASN, dan peran penyuluh diharapkan dapat memberi manfaat terutama ditengah kondisi perpolitikan agar masyarakat bisa lebih bijak menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga :  Akun IG Pemain Thailand Menghilang Setelah Tantang Suporter Indonesia

“Pemilu 2024 menentukan arah perjalanan bangsa ke depan untuk 5 tahun, oleh karena itu perlu hadir para penyuluh yang ditugaskan di kecamatan untuk memberi edukasi baik kepada ASN maupun Non ASN begitu  pula tokoh agama,” pungkasnya.

Facebook Comments