“Kepada masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrim ini, jangan sampai ada hal yang terjadi kembali karena ketahanan perlindungan keluarga yang kita perhatikan itu adalah nomor satu,” ujar Farida.
Dilokasi berbeda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang melalui bidang logistik, Ferry Muharam saat duhubungi pewarta triberita menyampaikan, Pihaknya sudah menerima laporan terkait rumah milik Mahdi yang ambruk akibat tiupan angin kencang,
“Dari data dilapangan jumlah yang terdampak ada 3 jiwa, kami sudah menyalurkan logistik pada hari Senin diserahkan langsung dengan pihak kelurahan Tunggak Jati dan korban,” kata Ferry.

Ia menyampaikan, saat ini cuaca ekstrim dampak dari El Nino masih menyelimuti wilayah Jawa Barat dan Indonesia umumnya. tentunya cuaca panas disertai tiupan angin kencang terkadang datang dengan tiba-tiba.
Dugaan sementara, kata dia, ambruknya rumah Mahdi lantaran faktor bangunan sudah rapuh sehingga tidak kuat menopang bangunan lantaran tiupan angin cukup kencang. Akibatnya atap genteng roboh dan sejumlah dinding retak.
“Beruntung tidak ada korban jiwa saat rumah tersebut ambruk, mungkin kelayakan bangunan sudah rapuh,” jelasnya.
Pihaknya selalu berpesan, kedepannya usai mendapat bantuan rutilahu dari Pemkab Karawang, semoga kondisi bangunan bisa lebih kuat dan kokoh, dalam hal ini, lanjut Ferry, selalu pro aktif dari masyarakat maupun pemerintah daerah dan tetap menghindari potensi bencana.
“Kami sudah memberikan bantuan seperti makanan darurat, sembako, air mineral, dan selimut yang sudah tersalurkan dari BPBD Karawang,” ucap Ferry.
















