Disisi lain, Mahdi yang menjadi korban rumahnya ambruk mengucapkan banyak terimaksaih kepada pemkab Kaarawang dan juga Kelurahan Tunggak Jati yang telah peduli terhadap dirinya dan keluarga.

“Terimakasih ibu Bupati Karawang, dan ibu Lurah yang sudah datang dan membantu kami, semoga kebaikan beliau di balas sama Allah SWT, kami menerima bantuan logistik yang disaluran BPBD melalui Kelurahan,” kata Mahdi dengan rasa syukur.
Ia berharap, rumah miliknya segera dibangun agar bisa ditempati dan bisa beraktifitas kembali seperti biasa dan program dari pemerintah Kabupaten Karawang bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Alhamdulilah katanya udah didaftarkan ke program Rutilahu, semoga segera terealisasi,” tandasnya.
Sebelumnya, kejadian itu bermula saat Mahdi sepulangnya dari sawah sekira pukul 10.30 WIB siang, cuaca ekstrim panas diiringi tiupan angin kencang tiba-tiba menghantam rumahnya dan ambruk seketika hanya dengan hitungan detik.
Berdasarkan pantauan pewarta triberita Rabu siang dan dari hasil foto yang di dapat, kondisi rumah Mahdi yang ambruk sangat memprihatinkan. Terlihat, atap genteng terbuat dari bambu ambruk menimpa kamar mandi, kamar tidur dan ruang tamu, dan sebagian tembok rentak-retak.
Reporter: Andyka Nurgoho.
















