Triberita.com ǀ Subang – Seorang pengusaha yang sejak 2015 berupaya membangun mal di Kabupaten Subang, mengungkapkan kekecewaannya setelah sembilan tahun, namun proyek tersebut tak kunjung terwujud. Ia mengaku hampir putus asa karena berbagai hambatan yang dihadapi, mulai dari birokrasi hingga pergantian kepemimpinan daerah.
“Sembilan tahun saya berusaha membangun Subang Mall, tapi hingga hari ini belum juga bisa direalisasikan.
Sudah bolak-balik presentasi, ganti konsep, bertemu banyak pejabat, tapi selalu mentok,” kata Direktur Utama PT Pesona Subang Sejahtera Tendy Irianto
Menurutnya, proyek Subang Mall pertama kali digagas pada 2015 atas undangan Sekda H. Abdurrahman yang saat itu membantu Bupati Subang Ojang Sohandi. Sejak itu, proses panjang dimulai. Ia mengaku telah beberapa kali bertemu langsung dengan Bupati Ojang untuk mempresentasikan konsep.
Namun, rencana kerjasama dengan Dinas Pasar menjadi kendala awal karena diminta untuk menampung pedagang pasar tradisional dalam bangunan mal.
“Padahal konsep mal berbeda dengan pasar. Harusnya para pedagang direlokasi terlebih dahulu ke tempat yang sudah disiapkan, seperti pasar di terminal,” jelasnya.
Setelah Bupati Ojang terjerat kasus hukum, proyek sempat dilanjutkan di era Bupati Imas Aryumningsih. Ia kembali diminta mempresentasikan konsep baru. Tapi upaya itu kembali kandas seiring munculnya kasus hukum yang menimpa Bupati Imas.
Kemudian, ketika Bupati Ruhimat menjabat, ia kembali diminta membuat kajian baru. Bahkan sempat terjadi kemajuan ketika pihaknya mulai bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atas inisiatif Bupati Ruhimat melalui pertemuan di Bogor.
Dalam proses ini, ia mengenal sosok profesional Direktur Utama BUMD PT Subang Sejahtera bernama Aziz Muslim, yang dinilainya sangat memahami bisnis dan memiliki semangat luar biasa.
Lewat perjuangan panjang, akhirnya DPRD Subang menyetujui pengalihan aset ke BUMD sebagai bagian dari skema kerjasama pembangunan Subang Mal.
“Tapi, setelah pilkada, terjadi lagi pergantian kepemimpinan. Kini Bupati Renaldy yang memimpin,” ujarnya.
Ia mengaku telah menemui Bupati Renaldy dan menjelaskan seluruh kronologi. Namun, hingga saat ini, belum ada pertemuan antara Dirut BUMD dan pihaknya sebagai investor. Hal ini membuat realisasi proyek kembali tertunda.
“Kalau pemerintah daerah punya pertimbangan lain, seperti mengganti developer, saya siap. Asal prosesnya sesuai dengan mekanisme yang benar. Tapi jujur, semangat saya sudah tidak sebulat dulu. Karena ini sudah saya perjuangkan selama sembilan tahun,” tegasnya.
Ia berharap dengan kepemimpinan baru di Subang dan Jawa Barat, proyek mal di Subang bisa segera terealisasi demi kemajuan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat.

















