Triberita.com, Jawa Tengah – Peristiwa kebakaran melanda Kantor Agraria Tata Ruang dan Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (14/7/2023) sekitar pukul 02.00 WIB.
Pada peristiwa itu, sedikitnya menghanguskan beberapa ruangan, termasuk ruang pelayanan dan penyimpanan dokumen pertanahan.
Dalam video yang beredar luas memperlihatkan, kobaran api membumbung tinggi diiringi kepulan asap pekat hitam menjulang kelangit.
“Ya allah kantor BPN kebakaran,” ucap dalam video berdurasi 37 detik yang dilansir triberita.com.
Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis, Koordinator Damkar Satpol PP Brebes, Sugiarto, mengatakan, api diduga muncul dari ruang arsip dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan sebagian besar bangunan kantor.
Guna melakukan pemadaman api, pihaknya mengerahkan armada beberapa instansi untuk menjinakan api dan melakukan 14 kali penyiraman.
“Sekitar pukul 04.30 api baru bisa dimatikan. Sejumlah petugas damkar masih terus menyiramkan air di beberapa titik yang masih mengeluarkan asap. Sekarang masih proses pendinginan, karena masih tersisa bara api di lokasi,” ucap Sugiarto.
Ia menyebut, ini kali keuda kebekaran terjadi di kantor BPN, namun skala kecil dan mudah dijinakan (dipadamkan).
“Dari ruang arsip, api membesar dan membakar hampir seluruh bangunan. Menurut kami ini yang kedua, kemarin kemarin juga pernah terbakar, tapi api kecil jadi mudah ditangani. Nah yang kedua ini, apinya sangat besar,” ujar Sugiarto.
Koordinator Damkar ini menambahkan, kantor BPN Brebes ini dinilai kurang dalam fasilitas APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Sebagai kantor yang menyimpan arsip dan berkas penting, lanjut dia, seharusnya dilengkapi pula sistem proteksi kebakaran minyak.
“Pertama APAR kurang lengkap, yang kedua seharusnya dilengkapi sistem proteksi kebakaran minyak, karena di sini menyimpan arsip penting, arsip dan buku tanah,” jelasnya.
Dilansir dari detik jateng, Kapolsek Brebes, AKP Mulyono mengatakan, kebakaran menghanguskan sebagian besar bangunan. Beberapa di antaranya, ruang PHP, seksi ukur, loket dan ruang brangkas arsip (warkah).
“Ruang yang hangus itu antara lain ruang PHP, seksi ukur, loket pendaftaran dan ruang arsip,” ucap Mulyono.

















