Scroll untuk baca artikel
Bencana AlamBeritaNasional

Kepala BMKG : Mari Perkuat Knowledge Management Bencana Alam

63
×

Kepala BMKG : Mari Perkuat Knowledge Management Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Caption : Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Foto : PPID BMKG)

Triberita.com | Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, manajemen pengetahuan yang kuat akan semakin meminimalisasi dampak kerugian dan mempercepat terwujudnya zero victim.

Hal tersebut diungkapkan Dwikorita pada Webinar ‘Kupas Tuntas Gempa Sumedang M4,8 31 Desember 2023’, yang diadakan di Jakarta, Kamis (11/1/2024).

Dwikorita mendorong kementerian/lembaga, perguruan tinggi, dan praktisi kebencanaan serta pemangku kepentingan lainnya, untuk memperkuat manajemen pengetahuan (knowledge management) bencana alam di Indonesia.

“Saya berharap knowledge management ini dapat disinergikan dan semakin kuat. Berbeda-beda pandangan dan analisis itu wajar, berbeda-beda itu adalah kekayaan, namun bagaimana perbedaan itu bisa saling melengkapi angle pemahaman yang lebih komprehensif,” kata Dwikorita Karnawati, di Jakarta Jumat (12/1/2024).

Ia meyakini, manajemen pengetahuan Indonesia saat ini sudah cukup kuat karena arena atau medan yang dihadapi cukup kompleks dan luas.

Menurutnya, pengetahuan secara scientist ini, jika disinergikan dengan kearifan lokal atau pengetahuan lokal, akan semakin memperkuat sistem peringatan dini yang dimiliki Indonesia.

“Saya yakin baik BRIN, Badan Geologi, ITB, UI, ITS, UGM bersama BMKG memiliki banyak pengetahuan, jika ini disinergikan bersama, sebuah peristiwa bencana dapat kita lihat secara multi-angle bisa saling memperkuat dan melengkapi,” katanya.

Dwikorita menambah, penguatan knowledge management ini juga yang menjadi alasan pembentukan konsorsium gempa bumi dan Tsunami Indonesia (KGTI) pada tahun 2022.

Konsorsium ini berisi para pakar dan peneliti gempa bumi dan tsunami dari berbagai Kementerian/Lembaga terkait, Perguruan Tinggi, dan praktisi kebencanaan.

Kehadiran KGTI ini, kata dia, bertujuan meningkatkan kemandirian bangsa untuk penguatan operasional Sistem Peringatan Dini Tsunami.

Adapun KGTI, dibagi dalam tiga kelompok kerja yaitu, kelompok kerja gempa bumi, kelompok kerja tsunami, dan kelompok kerja evaluasi dan pengembangan/penguatan sistem monitoring, analisis, dan diseminasi gempa bumi dan tsunami.

Baca Juga :  BMKG Memprakirakan Potensi Curah Hujan ber-Variatif Hingga Januari 2023, Catat Tanggalnya

“Pelibatan ahli, pakar, dan peneliti dari berbagai institusi dan perguruan tinggi tentunya akan semakin memperkuat BMKG, terutama terkait dengan kajian dan analisis yang dihasilkan,” tuturnya.

Dwikorita berharap berbagai pengetahuan yang dihasilkan lembaga maupun peneliti dan akademisi dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah, utamanya untuk penyempurnaan dalam perencanaan serta dalam penguatan literasi kebencanaan masyarakat dan aksi mitigasi.

Facebook Comments
Example 120x600