Triberita.com | Merak Banten -Sehubungan dengan kericuhan kecil calon penumpang kapal ferry di area kantong parkir Pelabuhan Eksekutif Merak, Kota Cilegon, Provinsi Banten, pada Kamis (4/7/2025), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan permohonan maaf.
“Kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pengguna jasa, dan menegaskan, bahwa operasional telah dilaksanakan sesuai dengan standar prosedur yang berlaku,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, saat dikonfirmasi Triberita.com, Jumat (4/7/225).
Shelvy menjelaskan, berdasarkan laporan petugas, KMP Sebuku mulai melakukan proses sandar di dermaga VI tersebut pada pukul 14.30 WIB.
Saat itu, kondisi antrean kendaraan kecil di area parkir muat, telah mencapai empat blok dengan estimasi total sekitar 250 unit mobil. Sementara antrean kendaraan besar, tercatat sekitar 20 unit.
Menyikapi kondisi tersebut, tim operasional menerapkan skema pemuatan dengan memprioritaskan kendaraan kecil melalui pembagian ke upper deck dan car deck, guna mempercepat pergerakan antrean.
Namun, saat proses muat berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB, terjadi ketidaksesuaian informasi antara petugas area parkir dan petugas di atas kapal, yang mengakibatkan kelebihan pengiriman sebanyak 21 unit kendaraan kecil ke car deck KMP Sebuku.
Sementara kapal tidak dapat memuat seluruh kendaraan tersebut, dikarenakan keterbatasan kapasitas muatan.
Sebagai langkah cepat, dikatakan Shelvy, tim supervisi lapangan langsung melakukan koordinasi dengan operator KMP Batumandi yang dijadwalkan sandar berikutnya.
Selanjutnya, kendaraan yang belum terangkut oleh KMP Sebuku, kemudian diprioritaskan untuk masuk dalam antrean pertama pada keberangkatan KMP Batumandi. Seluruh kendaraan tersebut telah berhasil dimuat pada pukul 16.30 WIB.
“Shelvy Arifin dan manajemen ASDP, menyampaikan apresiasi atas kesabaran pengguna jasa dan memastikan evaluasi internal telah dilakukan agar miskomunikasi serupa tidak terulang,” ujar Shelvy.
Shelvi menambahkan, ASDP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan kelancaran arus transportasi di lintas penyeberangan.
“Terima kasih atas kepercayaan dan pengertian dari pengguna jasa penyeberangan, khususnya di lintas Merak-Bakauheni,” tutupnya.
Diketahui sebelumnya, sejumlah calon penumpang kapal ferry di Pelabuhan Eksekutif atau dermaga VI (enam) Merak, melakukan aksi protes sistem antrean kendaraan yang dianggap semrawut dan merugikan penumpang yang sudah lama menunggu.
Sejumlah calon penumpang, mengaku telah berada di pelabuhan sejak pukul 13.00 WIB. Namun, kendaraan mereka tiba-tiba dialihkan ke lokasi parkir lain sesaat sebelum kapal sandar.
Mereka kecewa karena mobil-mobil yang baru tiba di dermaga eksekutif Merak, justru didahulukan untuk naik masuk ke kapal KMP Sebuku.
“Saya dari jam satu siang sudah nunggu. Begitu kapal datang, kami malah disuruh pindah ke bawah. Harusnya yang baru datang yang antre, bukan kami yang sudah dari awal di sini,” ujar salah satu calon penumpang kapal ferry, bernama Guntoro.
Menurutnya, pengalihan dilakukan tanpa penjelasan dari petugas ASDP yang ada dilokasi. Beberapa mobil yang baru tiba lebih dulu masuk kapal, sementara dirinya tertinggal.
“Kalau kami tidak dipindahkan, mestinya sudah nyebrang. Tapi malah digantikan sama yang baru datang. Itu yang bikin orang emosi,” ujarnya.

















