Triberita com | Subang - Konfrontasi kasus dugaan gratifikasi dan laporan pencemaran nama baik yang menyeret sejumlah pejabat Kabupaten Subang dimulai dengan suasana yang kontras di Mapolres Subang hari ini, Jumat (28/11/2025).
Sementara mantan Kepala Dinas Kesehatan, dr Maxi, hadir tepat waktu dan sendirian tanpa didampingi pengacara, tiga pejabat Pemkab Subang lainnya yang dipanggil untuk konfrontasi di satu meja justru datang terlambat hampir satu jam.
dr Maxi Tiba Sendirian, Tepat Pukul 14.00 WIB
Sesuai dengan undangan konfrontasi yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB, dr Maxi terlihat memasuki gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Mapolres Subang seorang diri dan tanpa didampingi penasihat hukum. Kehadiran tepat waktu dr Maxi kontras dengan pihak-pihak lain yang diundang dalam agenda konfrontasi ini.
Rombongan Pejabat Tiba Terpisah dan Terlambat
Agenda konfrontasi baru bisa dimulai setelah para pejabat Subang lainnya tiba di Mapolres. Rombongan ini datang terlambat sekitar 50 menit dari waktu yang ditentukan.
Pukul 14.50 WIB, Direktur RSUD Ciereng Subang, Dr. Ahmad Nasuhi, dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Nunung, tiba bersama-sama dalam satu mobil.
Tidak lama berselang, pada pukul 14.54 WIB, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Heri Sopandi, menyusul tiba di Mapolres Subang.

Berbeda dengan dr Maxi, ketiga pejabat tersebut terlihat didampingi oleh pengacara hukum saat memasuki gedung pemeriksaan.
Konfirmasi dan Status Pemeriksaan
Dikonfirmasi terkait kedatangan mereka, para pejabat membenarkan bahwa mereka hadir untuk memenuhi undangan konfrontasi satu meja yang diselenggarakan oleh Polres Subang.
Konfrontasi ini bertujuan untuk mengadu keterangan antara pihak Pelapor (Heri Sopandi, Pelapor) dan pihak-pihak yang terlibat sebagai Terlapor atau Saksi dalam kasus pencemaran nama baik dan dugaan gratifikasi yang memanas.
Hingga berita ini diturunkan ke ruang redaksi pada pukul 16.40 WIB, tahapan konfrontasi di Mapolres Subang masih berlangsung, melibatkan dr Maxi, Dr. Ahmad Nasuhi, Nunung, dan Heri Sopandi (Kadisdikbud) serta tim kuasa hukumnya. Polisi berupaya mengurai benang kusut kasus yang melibatkan sejumlah pejabat publik ini.

















