Triberita.com | Serang Banten – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang Provinsi Banten, Yurlena Rachman menyatakan kesiapan Wisata Pantai Anyer Cinangka Kabupaten Serang menghadapi musim libur Nataru 2025.
Walau saat ini cuaca tak menentu, namun dipastikan wisata Pantai Anyer Cinangka Kabupaten Serang aman untuk dikunjungi selama libur natal dan tahun baru 2025.
Yurlena mengatakan, bahwa saat ini BMKG mempunyai informasi terkini terkait kondisi cuaca. Bukan lagi bulan per bulan tapi harian, bahkan per jam bisa terinformasikan dengan baik.
“Kita rutin melakukan koordinasi dengan semua stakeholder terkait. Seperti BPBD, Basarnas, TNI, Polri, PLN dan beberapa stakeholder lainya,” ujar Yurlena, Sabtu (7/12/2024).
Dikatakannya, akan banyak event yang bisa dinikmati wisatawan yang berkunjung ke Anyer, seperti, gala dinner, live music atau band, bermacam doorprize, dan tarian daerah.
“Setiap tahun, Anyer selalu memanjakan para wisatawan atau pengunjung dengan pesta akhir tahun yang meriah. Jadi yang berlibur di Anyer untuk malam tahun baru, akan sangat dimanjakan oleh hotel-hotel,” tutur Yurlena.
Yurlena mengimbau, kepada para wisatawan yang akan menginap di Anyer saat Nataru nanti, diharapkan bisa memesan tiket pertengahan bulan Desember atau sebelum Natal 2024.
“Harap booking sebelum kehabisan. Sebelum natal, biasa kamar-kamar di kawasan Pantai Anyer, habis terjual,” katanya.
Sebelumnya, pada Rabu (4/12/2024), Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melakukan rapat dan pemantauan gelombang tinggi Pantai Anyer Cinangka, Kabupaten Serang, bertempat di Hotel Pesona Krakatau, Cinangka Serang.
“Alhamdulillah kami dari jajaran pemda, setiap akhir tahun menjelaskan liburan Desember juga menjelang liburan hari raya Idul Fitri, kami selalu melaksanakan rapat koordinasi di sini, di Anyer atau Cinangka untuk kita bersiap-siap berbagi tugas akan kedatangan tamu di liburan ini,” ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah,” pada Rabu (4/12/2024).
“Tinggal kita dari pemerintah, kemudian dari Basarnas, BPBD, ini harus memantau terus untuk menjamin kenyamanan keselamatan para tamu yang datang ke Anyer Cinangka ini,” ujar Bupati Tatu.
Agar apabila ada pasang di laut dan ombak terlalu tinggi, maka tamu bisa diimbau jangan main ke pantai dulu. Pihaknya juga berbagi tugas dengan PLN, karena di musim hujan sering terjadi gangguan terkena pohon tumbang.
“Berbagi tugas juga ke pak camat untuk mengidentifikasi pohon mana yang harus dirapikan atau bahkan kalau sudah tidak memungkinkan maka dipotong. Ini dari basarnas dari PLN sudah siap, tinggal kita duduk bersama berbagi tugas,” katanya.
Tatu mengatakan, untuk tahun ini kunjungan ditarget sebanyak banyaknya. Selain hunian hotel, pelaku UMKM juga sudah menunggu karena sudah menyiapkan berbagai oleh oleh seperti emping, ikan asin untuk tamu yang datang.
“Ya kami berharap dimaksimalnya dioptimalnya seperti biasa tamu datang ke sini. Jadi saya selaku Bupati Serang mengajak semua masyarakat ayo kita datang ke Anyer, insyaallah kita akan menjaga tamu-tamu kita. Apalagi dengan informasi terkini bisa kita dapat, ini merupakan guide buat kita, guide yang sangat bermanfaat buat kita semua,” ucapnya.
Sementara untuk cuaca, Bupati Tatu mengatakan, sejak dulu apabila bulan Desember memang terjadi angin barat, dan gelombang naik. Oleh karena itu informasi dari BMKG harus terus disikapi dengan cepat.
“Baik dari pemda, Basarnas provinsi, BPBD dengan pihak PHRI untuk menjaga dan bisa mengarahkan para tamu yang datang ke sini,” katanya.
Ia juga mengatakan, bahwa di Anyer Cinangka sudah ada jalur evakuasi yang dibuat sejak dulu. Kemudian dari BPBD Kabupaten Serang dan gabungan dengan Basarnas, juga sudah berlatih melibatkan masyarakat.
“Jadi masyarakat juga sudah tahu ketika ada bencana harus lari kemana, ada jalur evakuasi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah II Hartanto mengatakan, saat ini wilayah Indonesia memang sudah masuk musim penghujan, khususnya di Selat Sunda atau pesisir Selat Sunda.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan selama musim hujan, pertama mengantisipasi potensi dampaknya.
Untuk wilayah pesisir pantai dan sebagainya, pihaknya menghimbau, bahwa potensi curah hujan sepanjang bulan Desember – Januari tetap ada.
“Tapi BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca secara rutin mulai dari bulanan, per 10 harian, per tiga harian hingga peringatan dini informasi terus kita sampaikan. Tujuannya adalah, agar masyarakat dapat memahami serta agar masyarakat dapat mengantisipasi jika terjadi potensi hal tersebut,” ujarnya.
Terkait cuaca, Kepala Basarnas Banten Al Amrad juga mengatakan, selama cuaca ekstrim, pihaknya secara rutin telah melakukan siaga 24 jam dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
“Dalam hal ini kami selalu berkoordinasi dan kolaborasi dengan BPBD, ya dalam artian apabila membutuhkan evakuasi, kami selalu siap mendukung dalam hal tanggap bencana,” ujarnya
Ia mengatakan personel yang telah disiapkan ada 4 tim, dengan jumlah sekitar 28 orang. Terdiri dari unit Sar Lebak, Pandeglang dan Kantor SAR Banten.
“Kami siaga secara lengkap,” ucapnya.

















