Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah, Janda Lansia di Pandeglang Makan dari Jual Kayu Bakar

52
×

Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah, Janda Lansia di Pandeglang Makan dari Jual Kayu Bakar

Sebarkan artikel ini
Ramah (70), janda Lansia warga Kampung Cipakis RT 002/004, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Pandeglang Banten – Di tengah gencarnya berbagai program bantuan sosial (bansos) yang dikucurkan pemerintah pusat maupun di daerah, sebuah kenyataan pahit masih tersembunyi.

Ramah (70), seorang ibu lanjut usia (lansia) warga Kampung Cipakis RT 002/004, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terpaksa menelan pil pahit kehidupan.

Ibu yang sudah menjanda ini, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar, yaitu untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Hal yang lebih memilukan, Ramah yang bertahan hidup dari usaha mencari kayu bakar dari hutan, mengaku belum pernah merasakan sepeser pun bantuan dari program pemerintah mana pun.

Kondisi bagian dalam rumah Ibu Ramah. (Foto : istimewa)

Kondisi ini, seolah menampar wajah program pengentasan kemiskinan yang terus digembar-gemborkan pemerintah.

Dengan air mata berlinang, Ramah yang sehari-hari memperoleh uang dari hasil menjual kayu bakar seharga 2 ribu hingga lima rupiah, menyampaikan harapannya kepada pemerintah.

“Ya, saya sudah belasan tahun, belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. Harapan saya, tolong kepada pemerintah, saya juga ingin mendapatkan bantuan seperti yang lain,” pinta Ibu Ramah kepada wartawan saat ditemui dikediamannya, Selasa (19/5/2026) lalu.

Pernyataan memilukan Ibu Ramah, diamini oleh Marsid, tokoh masyarakat setempat. Ia membenarkan, bahwa Ramah selama ini tidak pernah tersentuh oleh berbagai jenis bansos yang disalurkan pemerintah.

“Ya, benar Kang. Beliau itu tidak pernah mendapatkan bantuan dari program apa pun dari pemerintah. Untuk makan, sering diperoleh dari pemberian tetangga rumah. Sementara terkait data, sepertinya beliau tidak termasuk di DTSEN (Data Terpadu.

Tumpukan kayu bakar disamping rumah Ibu Ramah. (Foto : istimewa)

Kesejahteraan Sosial),” ungkap Marsid, memberikan penjelasan atas absennya Ramah dari daftar penerima bantuan.

Kasus Ramah ini, memicu desakan dari warga setempat agar pemerintah desa dan instansi terkait turun tangan. Warga menuntut adanya evaluasi dan verifikasi ulang data penerima bansos.

Baca Juga :  Kapolres Serang Banten Berikan Bantuan 300 Kg Bibit Padi Kepada Petani Korban Banjir dan Puso

Harapannya, tidak ada lagi warga miskin yang benar-benar membutuhkan, namun justru terlupakan dalam pendataan.

Sayangnya, hingga berita ini dikirim ke redaksi, pihak Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Panimbang, belum memberikan respons atau tanggapan resmi saat dikonfirmasi oleh awak media terkait nasib malang yang menimpa warganya.

Kini publik menanti tindakan nyata dari pemerintah untuk memastikan keadilan sosial benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada satu pun warga miskin yang terabaikan, seperti yang dialami Ramah.

Facebook Comments