Scroll untuk baca artikel
Banten RayaPolitik

Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Hadiri Pelantikan 100 Anggota DPRD Provinsi Banten Periode 2024-2029

404
×

Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Hadiri Pelantikan 100 Anggota DPRD Provinsi Banten Periode 2024-2029

Sebarkan artikel ini
Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, nampak hadir di DPRD Banten sebagai tamu undangan, dan sekaligus menyaksikan pengambilan sumpah dan janji anaknya Ananda Trianh Solichan sebagai anggota DPRD Banten periode 2024-2029. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Sebanyak 100 anggota DPRD Provinsi Banten terpilih pada pemilu periode 2024-2029, resmi dilantik pada hari ini Senin (2/9/2024), bertempat di Gedung Paripurna DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Provinsi Banten.

Jumlah anggota DPRD Provinsi Banten, mengalami kenaikan dibandingkan pada periode sebelumnya yang hanya 85 orang saja. Hal itu dikarenakan adanya penambahan daerah pilih (dapil).

Pelantikan tersebut berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri RI nomor 100.2.1.4-3615 tahun 2024 tanggal 30 Agustus 2024, tentang peresmian pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Banten masa jabatan 2024-2029.

“Pemilu tahun 2024 ini, telah melahirkan 100 calon anggota DPRD Provinsi Banten untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekaligus menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih, serta mendapat legitimasi dan rakyat dan mengatasi berbagai persoalan bangsa, khususnya di Provinsi Banten,” kata Ketua DPRD Banten periode 2019-2024, Andra Soni dalam sambutan pengantarnya.

Aksi demo mahasiswa di depan gerbang kantor DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Provinsi Banten. (Foto : Daeng Yusvin)

Dijelaskan, perolehan yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 10 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 14 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 14 kursi.

Kemudian Partai Golongan Karya (Golkar) 14 kursi, Partai Nasdem 10 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 13 kursi, Partai Amanat Nasional tujuh kursi, Partai Demokrat 11 kursi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tiga kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) empat kursi.

“Kita sadari bukan hanya posisi atau jabatan bahwa seseorang bisa saja kehilangan, atau mendapatkan posisi atau jabatan. Namun kepemimpinan tetap akan melekat pada siapapun yang secara nyata mampu mendorong terjadinya tindakan konstruktif di tengah-tengah komunitasnya,” ujar dia.

Andra mengatakan, kepada anggota dewan yang melanjutkan karir politik di tingkat pusat, maupun di kabupaten kota, pihaknya berharap dapat membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk kemajuan provinsi Banten.

Baca Juga :  Jokowi Resmi Melantik Menkominfo Dan Lima Wakil Menteri

Kemudian kepada yang terpilih kembali di DPRD provinsi Banten, tentunya bersama-sama dengan anggota yang baru dapat melanjutkan program dan kebijakan yang belum terselesaikan pada masa jabatan 2019-2024.

“Yang terhormat saudara-saudara anggota DPRD Provinsi Banten masa jabatan 2024-2029, perkenankan kami atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD provinsi Banten masa jabatan 2019-2024 mengucapkan selamat atas terpilihnya saudara-saudari pada Pemilu 2024 yang pada hari ini akan mengucapkan sumpah janji. Selamat datang di lingkungan DPRD Provinsi Banten, selamat bekerja,” ujar dia.

Dalam pelantikan tersebut juga hadir mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah hadir di DPRD Banten sebagai tamu undangan, dan sekaligus menyaksikan pengambilan sumpah dan janji anaknya Ananda Trianh Solichan sebagai anggota DPRD Banten periode 2024-2029.

Ratu Atut Chosiyah, juga didampingi adiknya yang juga Ketua DPD Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah, anaknya Andika Hazrumy, Andiar Aprilia dan juga menantunya Ade Rossi Khoerunnisa.

Selain dihadiri Ratu Atut Chosiyah, pelantikan 100 anggota DPRD Banten periode 2024 – 2029, juga terjadi aksi demo dari mahasiswa di depan gerbang kantor DPRD Banten.

Mahasiswa satu persatu menyampaikan orasinya dan sempat memaksa masuk ke area gedung DPRD. Namun upaya itu dihalau aparat keamanan.

Massa aksi, juga ikut membakar ban di depan gerbang gedung DPRD Banten sambil terus menyampaikan aspirasinya.

Perwakilan massa aksi, Dadang Suzana mengatakan, aksi unjuk rasa ini sebagai pengingat kepada Anggota DPRD Banten yang telah dilantik. Menurutnya para wakil rakyat tersebut, dipilih untuk menyuarakan aspiras

“Mereka wakil rakyat bukan wakil dari kepentingan-kepentingan atau orang yang mementingkan kepentingannya. Bukan hanya kepentingan golongan, pribadi, dan partai. Tapi mereka dipilih oleh rakyat untuk rakyat dan untuk mensejahterakan rakyat,” katanya di sela-sela unjuk rasa, Senin, (2/9/2024).

Baca Juga :  Soal DPP PDIP Tidak Akan Lantik Caleg Walaupun Suaranya Menang, Apa Kata KPU?

Menurut Dadang, beberapa persoalan di Provinsi Banten harus segera diselesaikan. Seperti persoalan pendidikan, kemiskinan ekstrem, maupun kemiskinan.

Ia menegaskan, DPRD Banten harus menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

“Kemiskinan ekstrem harus 0 persen. Sementara di Banten, saat ini masih tinggi. DPRD Banten Jangan sampai kinerjanya tidak maksimal,” tegasnya.

Dadang juga menyebutkan, dengan bertambahnya kursi DPRD Banten yang saat ini sebanyak 100 orang, sudah bisa menyuarakan aspirasi masyarakat di parlemen.

Hal itu karena pada masa lalu, anggota DPRD Banten hanya sebanyak 85 anggota. “Permasalahan di Banten hanya bukan salah DPRD Banten, bukan hanya salah eksekutif tapi merupakan salah keduanya,” imbuhnya.

Facebook Comments