Scroll untuk baca artikel
BeritaSubang

Mata Air Cibulakan Dulu Sebening Kristal Kini Keruh, Perumda Tirta Rangga Siapkan Terobosan Baru

426
×

Mata Air Cibulakan Dulu Sebening Kristal Kini Keruh, Perumda Tirta Rangga Siapkan Terobosan Baru

Sebarkan artikel ini
Direktur Perumda Tirta Rangga Subang Lukman Nurhakim sedang monitor peralatan Air . Urgensi WTP di Cibulakan! Mata air Subang makin keruh, Perumda Tirta Rangga berupaya keras pastikan pasokan air bersih. Butuh dukungan semua pihak.(Foto: Harun)

Triberita com ǀ Subang – Mata air Cibulakan di Cijambe, dulunya adalah ikon kejernihan di Subang. Namun, kini kondisinya berubah drastis. Direktur Utama Perumda Tirta Rangga, Lukman Nurhakim, tak menampik fakta ini.

“Dulu, kami tak butuh teknologi canggih untuk mengolah air Cibulakan. Sekarang, saat hujan, kekeruhannya bisa melampaui batas kemampuan filter kami,” ungkapnya prihatin.

Lukman menjelaskan, saat ini, filter vessel yang dimiliki Perumda Tirta Rangga hanya sanggup mengatasi kekeruhan maksimal 25 NTU. Sementara, saat hujan, kekeruhan dari mata air Cibulakan bisa melonjak lebih dari 50 NTU! Ini menciptakan kesenjangan signifikan yang harus segera diatasi demi kualitas air bersih untuk masyarakat.

Perumda Tirta Rangga kini sedang berjuang keras mencari solusi permanen.

Mereka tidak lagi bisa mengandalkan metode lama. Apa terobosan besar yang akan dilakukan untuk mengembalikan kejernihan air Cibulakan? Warga Subang akan segera tahu upaya maksimal

Sebenarnya, kata Lukmasn, WTP ideal untuk pengolahan sumber air sungai atau lainnya, bukan untuk mata air. Tapi karena kekeruhan di Cibulakan sudah terus meningkat, maka WTP mutlak harus dibangun.

“Kami belum mengetahui penyebab pastinya kenaikan kekeruhan di mata air. Apakah galian C, perubahan struktur tanah atau faktor lainnya. Diperlukan penelitian lebih lanjut,” ucapnya.

Kini, kata Lukman, lebih terfokus mencari solusi teknologi filtrasi, di antaranya yang terjangkau pembangunan WTP.

Teknologi filter lainnya ada, buatan Korea Selatan. Kami sudah penjajakan, tetapi biayanya terlalu mahal. Diperlukan Rp 15 miliar, secara keuangan belum terjangkau bagi Perumda Tirta Rangga.

Masih dijelaskan, Lukman, bahwa secara ideal, WTP memang dirancang untuk mengolah sumber air sungai atau sejenisnya, bukan mata air.

Baca Juga :  Ribuan Personil Gabungan Dikerahkan Untuk Jaga Pidato Kenegaraan Presiden

“Sebenarnya WTP ideal untuk pengolahan sumber air sungai atau lainnya, bukan untuk mata air. Tapi karena kekeruhan di Cibulakan sudah terus meningkat, maka WTP mutlak harus dibangun,” tegas Lukman.

Pihak Perumda Tirta Rangga sendiri hingga kini belum bisa memastikan penyebab utama di balik peningkatan kekeruhan mata air Cibulakan.

“Kami belum mengetahui penyebab pastinya kenaikan kekeruhan di mata air. Apakah galian C, perubahan struktur tanah atau faktor lainnya. Diperlukan penelitian lebih lanjut,” imbuhnya.

Fokus pada Solusi Teknologi Filtrasi yang Terjangkau

Menyikapi kondisi ini, Perumda Tirta Rangga kini lebih terfokus untuk mencari solusi teknologi filtrasi yang terjangkau. Pembangunan WTP menjadi pilihan utama karena dinilai paling realistis dari segi biaya.

Lukman Nurhakim menambahkan bahwa sebenarnya ada teknologi filter canggih lainnya dari Korea Selatan yang sempat dijajaki. Namun, biaya yang dibutuhkan terlalu besar, mencapai Rp 15 miliar.

“Kami sudah penjajakan, tetapi biayanya terlalu mahal. Diperlukan Rp 15 miliar, secara keuangan belum terjangkau bagi Perumda Tirta Rangga,” jelasnya, menyoroti keterbatasan anggaran.

Dengan kondisi ini, pembangunan WTP menjadi prioritas utama demi memastikan ketersediaan air bersih yang layak bagi masyarakat Subang dari sumber mata air Cibulakan.

Facebook Comments