Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi menunjukkan kinerja impresif di penghujung tahun anggaran 2025. Seluruh kegiatan fisik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2025 diklaim telah rampung 100%.
Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, H. Nurchaidir, ST MM., mengungkapkan bahwa berbagai program prioritas telah berjalan sesuai jadwal, mencakup program Rutilahu (Bedah Rumah), infrastruktur jalan lingkungan, infrastruktur drainase, pemeliharaan taman, dan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Untuk anggaran murni tahun 2025, fisiknya sudah selesai semua, sudah 100%,” tegas Nurchaidir kepada Triberita.com pada Kamis (12/12/2025).
APBD Perubahan Dikebut, Fokus Turunkan Stunting dan Kemiskinan
Saat ini, Disperkimtan tengah memacu penyelesaian kegiatan fisik yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) atau yang biasa disebut Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Per tanggal 11 Desember 2025, progres fisik APBDP telah mencapai kurang lebih 55% dan ditargetkan rampung sepenuhnya di akhir Desember.
Lebih lanjut, Nurchaidir menekankan bahwa program-program Disperkimtan tahun ini memiliki orientasi khusus yang mendukung penuh program nasional.

“Kita ada beberapa prioritas terutama yang kaitannya dengan Asta Cita Pak Presiden Prabowo, yaitu menurunkan angka stunting dan menurunkan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Dua program unggulan Disperkimtan yang menjadi implementasi dari Asta Cita tersebut adalah Program Rutilahu (Bedah Rumah), yang ditujukan untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem dengan memperbaiki hunian warga tidak layak. Kemudian, Program Sistem Pengelolaan Limbah Domestik Setempat (Jambanisasi/Pembuatan WC).
Program yang kedua ini ditujukan untuk mendukung penurunan angka stunting dan meningkatkan sanitasi dengan membangun jamban di rumah-rumah penduduk yang belum memilikinya.
“Sehingga ke depan itu tidak ada lagi mohon maaf buang air besar sembarangan. Itu dua program kita yang langsung mensokong, mendukung program dari Asta Cita Pak Presiden Prabowo,” ucap Nurchaidir.
Bukan Sisa Anggaran Tak Terserap, Tapi Efisiensi Tender
Menanggapi isu sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA), Nurchaidir meluruskan bahwa SiLPA yang mungkin tercatat bukanlah akibat anggaran yang tidak terserap, melainkan sisa tender atau efisiensi kontrak.
“Jadi misalkan gini, pagu Rp200 juta, berkontrak Rp195 juta, berarti kan ada Rp5 juta yang tidak kita serap. Bukan tidak diserap anggarannya, tapi ada sisa tender atau sisa kontrak antara pagu dengan kontrak pekerjaannya,” terangnya.
“Selisih 5 juta itu kan istilahnya bukan SILPA, tapi itu hasil dari efesiensi. Makanya kita enggak 100% karena ada selisih-selisih itu. Jadi kita ada efisiensi, ada penghematan,” sambungnya.
Pihaknya optimistis, di akhir tahun 2025 ini, realisasi penyerapan anggaran secara keseluruhan, baik APBD murni maupun APBDP, dapat mencapai target antara 95 hingga 96 persen.
Nurchaidir menambahkan, pembahasan, perencanaan, RKA, dan DPA untuk program tahun 2026 sedang berproses demi mewujudkan Bekasi Bangkit Maju Sejahtera secara berkesinambungan.
“Mudah-mudahan manfaat dari pembangunan bisa dirasakan oleh semua warga Kabupaten Bekasi,” pungkasnya,
Sebagai informasi, pada Maret 2026 nanti, Nurchaidir menginjak 6 tahun memimpin Diperkimtan Kabupaten Bekasi.
Prestasi yang telah diukir, Nurchaidir yang dikenal inovatif, berhasil meraih juara ASN Inovatif 2025 berkat aplikasi SIPATUH (Sistem Penanganan Kawasan Kumuh Terintegrasi) untuk mengatasi masalah Rutilahu dan perumahan di Kabupaten Bekasi.

















