Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBerita

Panen Raya Padi di Pebayuran, Wabup Bekasi: Petani Perlu Tingkatkan Kompetensi Genjot Produktivitas

370
×

Panen Raya Padi di Pebayuran, Wabup Bekasi: Petani Perlu Tingkatkan Kompetensi Genjot Produktivitas

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memimpin langsung kegiatan Panen Raya Padi Serentak di lahan seluas 35 hektare milik Kelompok Tani Srikandi, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pada Senin (07/04/2025).(Foto: Pemkab Bekasi)

Triberita.com ǀ Kabupaten Bekasi – Pemerintah Pusat Bersama Presiden RI Prabowo Subianto menginisiasi penyelenggaraan Panen Raya Padi di seluruh wilayah Indonesia. Agenda nasional Panen Raya Padi Serentak ini diselenggarakan di 14 provinsi.

Untuk itu, pada Senin (7/4/2025) kemarin,  Presiden Prabowo meresmikan panen raya padi di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Dipilihnya Jawa Barat menjadi pusat panen raya padi, karena menjadi lumbung padi nasional.

Di Kabupaten Bekasi, Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memimpin langsung kegiatan Panen Raya Padi Serentak di lahan seluas 35 hektare milik Kelompok Tani Srikandi, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, pada Senin (07/04/2025).

Panen raya ini merupakan simbol keberhasilan musim tanam sekaligus bukti peningkatan produktivitas pertanian lokal dan momentum mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Asep menegaskan, sebagai upaya untuk mendorong produktivitas sektor pertanian, para petani perlu dibekali pengetahuan yang memadai, tidak hanya sebatas kemampuan bercocok tanam. Karena itu, menurut dia, perlu langkah peningkatan kompetensi dan edukasi bagi petani.

“Tadi saya turun langsung mendengarkan keluh kesah petani. Sekarang petani tidak hanya bisa bercocok tanam, tapi juga harus bisa diedukasi,” ujarnya usai memimpin kegiatan panen, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, Selasa (8/4/2025).

Menurut Asep, jika pengelolaan lahan hanya dilakukan secara konvensional, maka  produktivitas lahan tidak akan optimal. Ia mencontohkan pentingnya pemahaman terhadap tingkat keasaman tanah (pH) serta kemampuan dalam mengoperasikan alat dan teknologi pertanian.

“Nanti kalau hanya ditanami, tahu-tahu hasilnya jelek atau rusak. Tapi kalau dia tahu, misalnya pH tanahnya 7 atau 8, insya Allah tanah itu akan mendukung hasil yang bagus,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjut Asep, berkomitmen untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan guna mendukung peningkatan kompetensi petani. Ia meyakini bahwa kemajuan sektor pertanian akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan kemakmuran bangsa.

Baca Juga :  RM Nusantara di Karangbahagia Diduga Pencemaran Lingkungan, KIM Minta Satpol PP Pemkab Bekasi Tindak Tegas

“Karena saya yakin, kalau petaninya sejahtera, negara pasti makmur,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid, mengungkpkan, dirinya berharap momen Panen Raya Padi ini  dapat menjadi pemicu semangat bagi petani di wilayah lain untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

Panen raya ini, kata dia, merupakan hasil kerja keras para petani yang telah melakukan budidaya padi secara intensif.

“Dengan sinergi antara pemerintah dan petani, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Bekasi semakin berkembang dan mampu menopang ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan,” tutupnya.

Facebook Comments