Triberita.com | Kota Bekasi – Pemuda Demokrasi Kebangsaan (PDK) mengajak generasi muda lebih peduli terhadap penanganan bencana alam. Ajakan ini, selain mengingat wilayah Indonesia banyak yang rawan bencana alam, juga cuaca saat ini yang bisa dikatakan ekstrim.
Untuk itu, para anak muda tergabung dalam wadah PDK menggelar pelatihan bertajuk ‘Pemuda Tanggap Bencana’ bertempat di Gedung Graha Multiguna Bintara (GMB) Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jabar.
Dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hadir adalah Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Dr. Raden Isnanta, M.Pd diwakili Asisten Deputi Kepeloporan Pemuda Drs Zainal Aminin, M. Pd., M. Si
yang dalam kesempatan itu menjadi keynote speaker, juga perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pelatihan menajamkan kepekaan anak muda agar lebih tanggap bencana diikuti sekitar 150 anggota PDK Kota Bekasi. Pelatihan dihelat selama 3 hari, mulai 1 – 3 Desember 2023.
Ketua Umum PDK, Reza Fahrur Sam mengungkapkan, organisasi PDK ini terbentuk karena kepedulian terhadap penanganan bencana oleh masyarakat yang selama ini dinilainya kurang maksimal, dalam membantu petugas.
“Artinya, masyarakat khususnya anak muda masih perlu pendidikan dan pengetahuan tentang bagaimana membantu dan membaur dengan para petugas BNPB yang menanggulangi bencana. Jadi tidak asal memberikan pertolongan tapi tidak tahu teknisnya,” papar Reza kepada Triberita.com, Sabtu (2/12/2023).
Reza mencontohkan, pernah ada kejadian saat ada warga yang hanyut, kemudian ada anak muda yang merasa pandai berenang, kemudian nekat berenang untuk menyelamatkan warga tersebut.
“Tapi karena anak muda ini hanya berbekal kemampuan berenang saja, tidak tahu teknis bagaimana menyelematkan orang hanyut, jadinya, malah dia yang hanyut, tenggelam dan tewas,” ungkapnya.
Kejadian seperti, lanjut Reza, jangan sampai terjadi lagi. Untuk itulah pentingnya anak muda, khususnya anggota Pemuda Demokrasi Kebangsaan ini mempunyai bekal pengetahuan dalam memberikan pertolongan saat bencana.
Contoh lain yang dibeberkan Reza, pada musim kemarau beberapa waktu lalu, banyak terjadi bencana kebakaran. Petugas pemadam kebakaran sempat mengalami keterlambatan dalam menanggulangi kebakaran, sehingga api semakin membesar.
“Karena itu, apabila kita mempunyai ilmu dan pengetahuan tanggap bencana ini, maka yang kita lakukan adalah bisa benar-benar membantu menanggulangi kebakaran dengan benar. Bahkan bila perlu kita tidak mengandalkan petugas,” ungkapnya.
Reza pun mengatakan, saat ini untuk meningkatkan kapasitas para PDK masih terhambat oleh minimnya peralatan. Dirinya berharap, ada perhatian pemerintah untuk membantu persoalan kelengkapan alat untuk gerakan tanggap bencana ini.
Terlebih untuk Kota Bekasi, Ketua PDK Kota Bekasi, Banter menambahkan, peralatan kelengkapan untuk penanggulangan bencana ini sangat dibutuhkan, mengingat Kota Bekasi merupaka wilayah yang sangat rawan banjir.
“Maka pelatihan ini lebih kepada melatih pemuda agar lebih sigap, cekatan saat terjadi bencana alam,” ungkap Banter.
Selain itu, lanjut Banter, PDK juga diajarkan bagaimana menggunakan alat peraga kelengkapan penanggulang bencana dengan benar.
Sementara Pembina Pemuda Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kota Bekasi, H Sugeng Mulyanto juga menambahkan, terkait bantuan tersebut, dari pihak Kemepora yang hadir pada Pelatihan Pemuda Tanggap Bencana tersebut, Zainal sempat mengatakan, bahwa tahun 2024 ini APBN sudah menganggarkan sebesar 100 juta untuk penanggulangan bencana tersebut.
Mulyanto menjelaskan, setelah pelatihan ini, peserta pelatihan akan diberikan sertifikat pelatihan. Selain itu, PDK Kota Bekasi juga akan mengembangkan organisasi ini dengan menambah kepesertaan, agar semakin banyak pemuda yang peduli dan peka untuk tanggap bencana.
“Targetnya di 12 Kecamatan se-Kota Bekasi, nantinya aka nada 30 anggota PDK Tanggap Bencana,” ungkap Mulyanto.

















