Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBerita

Perkuat Sinergi Pendidikan: Ketua DPW 2 TTKKBI Dorong Kolaborasi Strategis di Konkerkot I PGRI Kota Bekasi.

234
×

Perkuat Sinergi Pendidikan: Ketua DPW 2 TTKKBI Dorong Kolaborasi Strategis di Konkerkot I PGRI Kota Bekasi.

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi (tengah) saat memberikan sambutan pada Konferensi Kerja I (Konkerkot) PGRI Kota Bekasi.(Foto : Doc Redaksi)

​Triberita.com | Bekasi Kota – Sektor pendidikan di Kota Bekasi mendapat perhatian serius dari berbagai elemen organisasi masyarakat.

Dalam agenda Konferensi Kerja I (Konkerkot) PGRI Kota Bekasi yang digelar baru-baru ini, hadir Ketua DPW 2 Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Kota Bekasi, Brian May.

Brian dalam kesempatan itu menyampaikan, dirinya menekankan pentingnya optimalisasi kualitas pendidikan demi masa depan.

Ia menjelaskan, dunia pendidikan di Kota Bekasi harus terus bertransformasi, guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh siswa tanpa terkecuali.

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi (tengah) saat memberikan sambutan pada Konferensi Kerja I (Konkerkot) PGRI Kota Bekasi.(Foto : Doc Redaksi)

​Investigasi Fasilitas Pendidikan dan Kolaborasi Lintas Sektor

​Salah satu poin krusial yang disampaikan Brian May adalah ajakan untuk memperkuat pengawasan lapangan. Ia secara khusus mengajak organisasi Sahabat Masyarakat Pendidikan (SAMPAN), di bawah kepemimpinan Wahyu, untuk bersinergi dengan Dinas Pendidikan serta pihak sekolah di seluruh wilayah Kota Bekasi.

Brian memaparkan, bahwa kolaborasi ini, ​fokus utamanya adalah melakukan peninjauan langsung atau investigasi terhadap beberapa hal, seperti:
• ​Kondisi Fisik Bangunan: Memastikan tidak ada ruang kelas yang rusak atau membahayakan proses belajar mengajar.
• ​Kelengkapan Fasilitas: Meninjau ketersediaan sarana penunjang seperti laboratorium, perpustakaan, hingga sanitas sekolah.
• ​Aksesibilitas: Menjamin setiap sekolah memiliki fasilitas yang mendukung kebutuhan dasar seluruh siswa.

​Data dan hasil investigasi yang dikumpulkan di lapangan, kata Brian, nantinya tidak hanya menjadi catatan internal.

“Kami akan beraudensi terkait temuan tersebut secara resmi kepada Ketua DPRD Kota Bekasi, guna mendorong anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan Kota Bekasi. Tujuannya jelas, agar sektor pendidikan mendapatkan porsi prioritas dalam penganggaran daerah,” tegas Brian May.

​Komitmen SAMPAN: Dari Infrastruktur hingga Beasiswa

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Ratusan Petugas DPKP Diterjunkan Periksa 655 Tempat Penjualan Hewan Kurban

​Merespons ajakan tersebut, Ketua Umum SAMPAN, Wahyu, menyambut baik langkah taktis yang diusulkan oleh Ketua DPW 2 TTKKBI.

Menurutnya, pembenahan pendidikan memang memerlukan mata dan telinga dari organisasi masyarakat, agar kebijakan yang diambil pemerintah tepat sasaran.

Wahyu menerangkan, ​selain berkomitmen melakukan evaluasi terhadap sarana dan prasarana (sarpras), SAMPAN juga memperluas cakupan programnya. Dikatakannya, bahwa organisasi ini berencana untuk mengawal dan mendorong penyaluran beasiswa pendidikan bagi siswa-siswi berprestasi, maupun mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

​”Kami tidak hanya bicara soal gedung, tapi juga soal akses, dan kelengkapan lainnya, seperti kelayakan, meja dan kursi siswa, lemari, buku, dan lainnya. Ke depan, kami akan memastikan bantuan pendidikan dan beasiswa tersalurkan secara transparan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, agar tidak ada anak di Bekasi yang putus sekolah karena kendala biaya,” terang Wahyu.

​Harapan Masa Depan

​Melalui Konkerkot I PGRI ini, Wahyu menambahkan, diharapkan tercipta roadmap baru yang lebih solid antara praktisi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan pembuat kebijakan.

“Sinergi antara TTKKBI, SAMPAN, dan PGRI diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya standar pendidikan yang unggul di Kota Patriot,” pungkasnya.

Facebook Comments