Scroll untuk baca artikel
BeritaSubang

Perumda Subang untuk Perolehan Air Bersih Sekaligus Dorong Investasi, Ini Strateginya

412
×

Perumda Subang untuk Perolehan Air Bersih Sekaligus Dorong Investasi, Ini Strateginya

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama PT. Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nurhakim bersama jajaran direksi.(Foto: Harun)

Triberita.com | Subang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Patimban dan Subang, menjadi peluang BUMD untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Terletak di kawasan Patimban yang diusulkan oleh PT. Wahana Mitra Semesta yang berfokus pada produksi dan pengolahan petrokimia baterai EV, semi conductor, logistik, distribusi dan di kawasan Suryacipta Cipendeuy diusulkan oleh PT Aneka Bumi Cipta yang fokus terhadap produksi dan pengolahan perakitan mobil listrik, logistik dan distribusi.

PT Perumda Tirta Rangga Subang, BUMD melihat peluang dan potensi KEK, yang bagi  BUMD tersebut, optimis mendapat 20 persen untuk sebagai mitra pendistribusian air bersih.

“Kami sudah ada kesepakatan dengan PT Wahana untuk suplai air bersih, tinggal dengan PT  Aneka Bumi Cipta yang masih dalam penjajakan,” ujar Direktur Utama PT. Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nurhakim saat ditemui di RM Sate Cijalu Subang.

Pria berkacamata itu menyatakan, Kawasan Suryacipta bisa berkerjasama dengan Perumda TRS, mengingat BUMD Subang tersebut sedang menyiapkan infrastruktur.

“Jadi, jangan hanya melihat Perumda sebagai entitas BUMD dengan modal kecil. Karena, ada calon investor yang siap untuk bergerak,” ucap Lukman.

Dia menyatakan, bermitra dengan BUMD terhadap proyek nasional yang dilaksanakan di Subang, sangat berkontribusi terhadap penerimaan PAD. Karena mindset perhitungan bisnis harus menjadi atensi terhadap pelaku industri di Subang.

Pelabuhan Patimban yang saat ini disuplai air bersih dengan kapasitas 6 liter per detik, menurut Lukman, akan menambah kapasitas nya sekitar 200 liter perdetik untuk mensupport KEK.

“Saat ini ada 5 investor yang sudah menjadi kandidat dan akan mengikuti seleksi,” tutupnya.

Facebook Comments
Baca Juga :  Menjerit, Kelangkaan MinyaKita Awal Tahun Dikeluhkan Masyarakat di Bekasi "Harganya Selangit"