Scroll untuk baca artikel
BeritaJawa Barat

Polda Jabar Tidak Rekomendasi Jalur Alternatif ke Puncak Bogor, Wadirlantas: Berbahaya dan Rawan Pungli

369
×

Polda Jabar Tidak Rekomendasi Jalur Alternatif ke Puncak Bogor, Wadirlantas: Berbahaya dan Rawan Pungli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kemacetan jalur utama menuju Puncak Bogor.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Bogor – Polisi Jawa Barat tidak menyarankan masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif saat pergi ke Puncak Bogor, terutama selama libur Natal dan Tahun Baru.

Wadirlantas Polda Jawa Barat, AKBP Edwin Affandi menyampaikan, bagi masyarakat yang ingin berlibur menyambut tahun baru 2025 di Puncak Kabupaten Bogor, pihaknya tidak merekomendasikan pengendara menggunakan jalur alternatif.

“Kami tidak merekomendasikan untuk menggunakan jalur alternatif apabila tujuan mereka tidak ke sekitaran situ (Puncak),” tegas Edwin saat di Pospol Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12/2024).

Alasannya, Erwin mengungkapkan, jalur alternatif berbahaya, sempit, menanjak, dan tidak semua orang familiar dengan medan tersebut.

“Rute jalur alternatif tersebut cukup sempit dan menanjak, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. Apabila tidak mengenal jalur alternatif, pengendara kemungkinan juga bakal tersesat,” jelas Edwin.

Menurut Erwin, masyarakat atau wisatawan yang belum paham wilayah
Puncak Bogor, banyak yang coba-coba mengambil jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalur utama.

Namun, bila tidak mengerti kondisi medan jalur alternatif, justru banyak risikonya. Selain membahayakan, risiko tersesat juga tinggi, terutama bagi yang belum tahu jalan.

“Karena memang bisa tersesat, atau kontur dari lebar jalan yang sempit juga bisa merugikan pengguna jalan itu sendiri,” ujarnya.

Tak hanya itu, masih dijelaskan Erwin, jalur alternatif juga berpotensi rawan pungli. Pengendara yang tersesat di jalan alternatif, akan dimanfaatkan oleh joki untuk meminta uang kepada wisatawan.

Untuk itu, Erwin menyarankan agar masyarakat mengikuti solusi yang ditawarkan polisi, diantaranya gunakan jalur utama.

Erwin mengatakan, jalur utama sudah diatur dengan sistem satu arah (one way) untuk mengurangi kemacetan.

Jadi, kata dia, tidak perlu khawatir ketika melintas di jalur utama. Dengan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) secara bergantian, maka kemacetan sudah dapat diantisipasi selama Nataru.

Baca Juga :  Mantap, Polda Jabar Launching Satuan PAM Obvit Polres Karawang

“Kita akan memberikan fasilitas one way di pagi hari untuk kendaraan yang naik, dan sore hari untuk kendaraan yang turun. Kita juga meningkatkan patroli yang dilakukan pihak kepolisian dan TNI untuk mencegah terjadinya pungutan liar ataupun hal-hal yang meresahkan pengguna jalan,” pungkasnya.

Facebook Comments