Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Prediksi Puncak Arus Pemudik Nataru di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni pada 23-24 Desember

366
×

Prediksi Puncak Arus Pemudik Nataru di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni pada 23-24 Desember

Sebarkan artikel ini
Malam ini, 23-24 Desember 2025, prediksi puncak arus Pemudik Nataru di Pelabuhan Merak menuju Bakahueni. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Merak Banten – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, menegaskan kesiapan penuh mengantisipasi puncak pergerakan arus penumpang dan kendaraan pada libur Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Provinsi Banten, yang diprediksi terjadi, pada 23 dan 24 Desember 2025.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo memastikan, seluruh kesiapan operasional untuk menjaga layanan penyeberangan tetap aman, tertib, dan lancar, sembari mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara) selama 24 jam pada periode 22 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB atau H-3, tercatat sebanyak 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera.

Pergerakan tersebut, masih terpantau relatif terkendali menjelang lonjakan yang diperkirakan terjadi dalam dua hari ke depan.

Heru Widodo menyampaikan, bahwa kesiapan layanan Nataru dilakukan secara terpadu dengan seluruh pemangku kepentingan.

ASDP berperan, memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dan kelancaran layanan. Sementara pengaturan operasional dan jadwal kapal, dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan regulator.

“Kami terus berkoordinasi secara intens dengan BPTD selaku regulator serta operator kapal untuk memastikan pengaturan jadwal dan operasional kapal berjalan optimal sesuai kebutuhan lalu lintas penyeberangan. Kami juga mengimbau, pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan sudah bertiket sebelum berangkat, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket,” ujar Heru.

Dalam mendukung kelancaran penyeberangan dari Jawa ke Sumatera, ASDP memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung, sehingga operasional kapal yang dijadwalkan oleh regulator dan dijalankan operator dapat berjalan efektif.

Baca Juga :  Dirut ASDP Dampingi Kakorlantas Polri dan Menhub Pantau Hari Pertama Operasi Ketupat 2025

Pada kondisi normal, terang Heru, operasional kapal berlangsung sesuai penugasan, dan saat kepadatan meningkat, dilakukan penyesuaian jumlah kapal yang beroperasi dengan kapasitas layanan hingga sekitar 31.039 kendaraan kecil per hari, guna menekan potensi antrean di pelabuhan.

Pengaturan operasional tersebut, menurut Heru, dilaksanakan secara dinamis berdasarkan kondisi lapangan, evaluasi posko, serta keputusan regulator bersama operator kapal.

“Dari sisi layanan, ASDP juga memperkuat fasilitas pendukung, antara lain layanan Express II, penyediaan customer service 24 jam, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan pasokan listrik di area pelabuhan, demi meningkatkan kenyamanan pengguna jasa,” ungkapnya.

Kemudian, untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan, ASDP bersama kepolisian, menerapkan delaying system di sejumlah buffer zone, seperti Rest Area KM 43 dan KM 68, guna menjaga kelancaran arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan.

ASDP turut mengingatkan masyarakat, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi pelayaran. Pengguna jasa, diimbau untuk mengikuti arahan petugas, memantau informasi resmi, dan menyesuaikan waktu perjalanan demi keselamatan bersama.

H-3 Nataru, Pergerakan Masih Terkendali

Pada H-3, tercatat 117 trip kapal beroperasi dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

Jumlah penumpang dari Jawa ke Sumatera, mencapai 32.533 orang, turun 26,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 44.358 orang.

Realisasi kendaraan roda dua, tercatat 799 unit (turun 48,9%), kendaraan roda empat 3.745 unit (turun 27,8%), truk 2.197 unit (turun 30,9%), dan bus 390 unit (turun 12,6%).

Total kendaraan, mencapai 7.131 unit, turun 31,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 271.994 orang (turun 0,4%) dan kendaraan 64.360 unit (turun 3,5%).

Baca Juga :  Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Dibekuk Polisi Di Karawang 

Sementara itu, berdasarkan data Posko Bakauheni (Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu), pada H-3 tercatat 104 trip kapal beroperasi.

Penumpang dari Sumatera ke Jawa, mencapai 34.481 orang, turun 15,2% dibandingkan tahun lalu, dengan total kendaraan 7.547 unit atau turun 21,6%.

Secara kumulatif H-10 hingga H-3, penumpang tercatat 246.928 orang (turun 2,6%) dan kendaraan 61.635 unit, naik 1,3%.

Facebook Comments