Triberita.com | Banten – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menetapkan masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Ibu, diperpanjang 14 hari ke depan dengan memfokuskan penanganan pengungsi yang terdampak karena aktivitas Gunung Ibu masih berstatus level IV, sehingga masyarakat diimbau agar tidak beraktivitas di radius 4 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 7 kilometer dari arah utara bukaan kawah.
Bersama Forkopimda setempat, Kepala BNPB tiba di Kota Ternate pada Kamis (30/5) pagi. Selanjutnya, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto meninjau erupsi Gunung Api Ibu menggunakan kapal cepat, didampingi Bupati James Uang, Wakil Bupati Djufri Muhamad dan sejumlah pejabat lainnya. Pelaksana Harian Sekda Provinsi Maluku Utara, Kadri Laetce turut hadir dalam kunjungan ke posko pengungsian di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu itu.
Kepala BNPB melihat langsung lokasi pengungsian di Desa Gam Ici untuk memastikan penanganan darurat telah berjalan dengan baik.
Selain itu, Kepala BNPB juga akan mendatangi pos dapur umum untuk melihat penyediaan kebutuhan makanan pengungsi di Desa Tongute Ternate Asal.
“Kepala BNPB juga akan melakukan rapat koordinasi dengan perwakilan Forkopimda mengingat masa tanggap darurat berakhir hari ini,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Jumat (31/5/2024).

Data yang dihimpun BNPB, hingga 13 hari masa tanggap darurat, terdapat lima titik pengungsian, antara lain Gedung Serbaguna Desa Tongute Ternate Asal dengan rincian 959 jiwa.
Lalu Lapangan Desa Gam Ici 417 jiwa, Gereja Desa Tongute Sungi terdapat 357 jiwa, SMP 3 Desa Tongute Sungi berjumlah 42 jiwa dan Kantor Desa Tongute Sungi sebanyak 45 jiwa, serta 191 jiwa lainnya masih dalam pendataan terpilah. Sehingga total pengungsi hingga Rabu (29/5) pukul 17.00 WIT, berjumlah 2.011 jiwa.
Kerugian materil yang tercatat, yaitu sebanyak 3.883 hektare kebun kelapa, 866 hektare Kebun Pala, 208 hektare Lahan Cengkeh, dan 368 hektare Kebun Kakao.
Kepala BNPB Suharyanto menjawab pertanyaan wartawan, mengatakan kunjungannya diutus langsung oleh Presiden Jokowi Dodo.
“Kami diutus langsung oleh Presiden Jokowi untuk melihat dan memastikan kondisi pengungsi karena sudah tiga minggu lebih warga yang terdampak erupsi gunung ibu ini tinggal di pengungsian,” ujarnya.
Suharyanto menyebut, dalam kunjungan, BNPB tidak menemukan masalah signifikan. Problem yang ditemukan hanya kendala kecil, dan sifatnya tindak lanjut. Misalnya, keluhan warga yang sakit, pemenuhan kebutuhan dan pakaian.
“Itu segera kami lengkapi. Tadi saya berdialog dengan warga pengungsi, tidak ada keluhan terkait kebutuhan logistik walaupun sudah 21 hari mengungsi,” terangnya.
“Kami dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan TNI/Polri, terus memenuhi dan melayani kebutuhan logistik para warga pengungsi dengan baik,” sambungnya.

















