Sejalan dengan upaya menjaga lingkungan tersebut, pada bulan Agustus 2023 lalu, ASDP juga menggelar program bersih-bersih laut dan pantai dari sampah plastik bertajuk “Ocean Clean Up Day” di 27 Cabang layanan di seluruh Indonesia.
Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon hingga 29 persen pada 2030 mendatang. Langkah-langkah seperti ini tentu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 12, 13, dan 14, yang berkaitan dengan isu lingkungan dan pengurangan penggunaan plastik.
Sebagai operator kapal terbesar di dunia, dimana mengoperasikan 226 unit kapal dan 36 unit pelabuhan, ASDP memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
ASDP terus berkomitmen untuk dapat berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, katanya.
Dikutip dari National Geographic, pada 2040, jumlah akumulasi sampah plastik di lautan diperkirakan mencapai 600 juta ton. Apabila tidak ditangani dengan serius, masalah ini bakal berdampak pada kerusakan ekosistem laut.
Selain itu, sampah plastik juga akan memengaruhi siklus rantai makanan sehingga menimbulkan dampak sangat buruk pada kesehatan manusia dan ekosistem lainnya.

















