Scroll untuk baca artikel
Banten RayaKriminal

Puluhan Kali Beraksi, Tiga Pelaku Pencurian Spesialis Kerbau Ditembak Tim Resmob Polres Serang Banten

491
×

Puluhan Kali Beraksi, Tiga Pelaku Pencurian Spesialis Kerbau Ditembak Tim Resmob Polres Serang Banten

Sebarkan artikel ini
Tiga pelaku komplotan spesialis maling Kerbau yang kakinya terpaksa ditembus timah panas yang keluar dari moncong senjata milik Tim Resmob. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Polres Serang Polda Banten, ungkap kasus pencurian ternak yang meresahkan warga beberapa waktu kebelakang ini.

Dari pengungkapan kasus ini, petugas menangkap enam orang pelaku, dan tiga diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan dan membahayakan.

Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko, didampingi Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady mengatakan, keenam pelaku, yakni Ahyadi als Yadi (36), warga Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Dani (27), warga Desa Tajur Halang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Toni alias Ahmad (59), warga Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

Kemudian, Dadan Suryana alias Batik (42), warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Bantar Gadung, Kabupaten Sukabumi, Yandi (45) warga Desa Cisimeut, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak, dan Sukma (59), warga Desa Pasir Nangka, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak.

“Untuk tersangka DN, TO dan DS alias Batik, terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur, karena membahayakan petugas saat dilakukan penangkapan,” ujar Kapolres, di Mapolres Serang, Rabu (21/8/2024).

Kapolres menjelaskan, para pelaku dalam aksinya terakhirnya, di kandang milik Murta (49), warga Kampung Cikasantren, Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Jumat (9/8/2024) dinihari.

“Korban yang sedang tidur di samping kandang kerbau, disergap oleh empat pelaku, lalu kaki dan tangannya diikat mengunakan lakban. Bahkan mulut korban ikut ditutup lakban. Dalam posisi sudah tidak berdaya, para pelaku juga menganiaya korban,” terang Condro Sasongko, yang merupakan alumnus Akpol 2005.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, ketika para pelaku hendak membawa kerbau hasil curian, korban berhasil melepas lakban yang menempel di mulut dan langsung berteriak minta tolong, dan diketahui oleh dua orang warga, yakni Kamri dan Duri yang juga sedang menjaga hewan ternaknya.

Baca Juga :  Jambret Handphone Warga Banten, Warga Oku Timur Sumsel Nyaris Tewas Diamuk Massa

“Mendengar teriakan korban, para pelaku langsung kocar kacir melarikan diri meninggalkan kerbau curiannya lantaran takut ditangkap warga,” kata Kapolres.

Selanjutnya, ujar Kapolres, ditemani beberapa warga, korban Murta yang menderita luka memar pada wajah, dan lecet dibeberapa bagian tubuhnya, datang dan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Jawilan.

“Berbekal dari laporan tersebut, Tim Resmob diterjunkan ke lokasi melakukan olah TKP,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady menambahkan, setelah memperoleh keterangan dan petunjuk dari korban dan warga, para pelaku berhasil teridentifikasi.

Sekanjutnya, lima pelaku yang sedang berkumpul di sebuah rumah di Kampung Babakan Sinyar, Desa Citeras, berhasil diringkus oleh Tim Resmob dipimpin Bripka Sutrisno, pada Senin (13/8/2024) malam.

“Dari pengembangan lima pelaku ini, Tim Resmob berhasil meringkus satu pelaku lainnya di daerah Tajur Halang, Kecamatan Cijeruk Bogor, Jawa Barat, sekira pukul 03.30 WIB. Tim Resmob masih memburu dua pelaku lainnya,” kata mantan Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten ini.

Dari pemeriksaan maraton polisi di Mapolres Serang, keenam pelaku mengakui sudah puluhan kali melakukan pencurian kerbau.

“Dalam pemeriksaan, para pelaku mengakui sudah puluhan kali melakukan pencurian ternak, yang 16 diantaranya di wilayah hukum Polres Serang dan 8 lainnya di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Diduga tkp nya masih banyak lagi, karena banyak korban yang tidak melapor,” katanya.

Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady menambahkan, komplotan pencuri hewan ternak ini diduga kuat tidak hanya beraksi di wilayah kabupaten kota di Provinsi Banten. Mereka diduga juga beraksi di wilayah Jawa Barat (Jabar).

“Diduga tidak cuma di Banten mainnya (melakukan pencurian). Kalau beraksi sejak tahun 2023 lalu,” ungkapnya.

Baca Juga :  BPBD : Banjir Rob Berpotensi Terjadi Di Wilayah Pesisir Banten hingga Agustus 2023

Andi menuturkan, dari pengungkapan kasus ini, pihaknya mengamankan barang bukti, di antarannya satu unit mobil pick up Suzuki Carry, korek gas model senjata api, 2 unit motor, satu buah belati, golok, kampak, besi panjang, obeng dan tali tampar.

“Barang bukti yang diamankan, mobil pickup. Mereka tidak menggunakan truk saat beraksi. Mereka ini membawa hewan ternak dalam kondisi hidup. Selanjutnya, hewan ternak ini dibawa ke rumah pemotongan hewan,” ujar Kasat.

Facebook Comments