Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaKriminal

Raup Keuntungan Ratusan Juta Perbulan, Polisi Ringkus Lima Pelaku Pengoplos Gas Subsidi

53
×

Raup Keuntungan Ratusan Juta Perbulan, Polisi Ringkus Lima Pelaku Pengoplos Gas Subsidi

Sebarkan artikel ini

Para pelaku pengoplos gas bersubsidi sudah sejak beberapa bulan melakukan pencurian gas bersubsidi dengan keuntungan mencapai ratusan juta rupiah perbulan

Ilustrasi Pelaku pengoplos gas LPG bersubsidi (Foto: Sumber Updatenews.co.id)
Ilustrasi Pelaku pengoplos gas LPG bersubsidi (Foto: Sumber Updatenews.co.id)

Triberita.com, Tangerang Banten – 5 orang pelaku pengoplos gas LPG bersubsidi, diringkus aparat kepolisian di Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Informasi yang diperoleh Triberita.com, para pelaku pengoplos gas bersubsidi sudah sejak beberapa bulan melakukan pencurian gas bersubsidi dengan keuntungan mencapai ratusan juta rupiah perbulan.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Polresta (Kapolresta) Tangerang, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono membenarkan penangkapan itu. Dikatakan, penangkapan bermula saat anggota Polsek Panongan membuntuti mobil yang berisi tabung gas oplosan.

“Informasinya dari warga, ada sebuah mobil pick up berisi ratusan gas LPG 12 Kilogram. Lalu petugas membuntuti kendaraan pikap tersebut sampai ke tempat di wilayah Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan, pada malam hari,” ujar Sigit, Senin (6/3/2023).

Di lokasi tersebut, lanjut Sigit, pihaknya mendapati ratusan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram dan ukuran tabung 12 kilogram, serta beberapa kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut gas elpiji.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara ini, diduga di lokasi tersebut terjadi pemindahan atau pengoplosan gas elpiji dari tabung bersubsidi ke tabung nonsubsidi. Namun kami masih mengembangkan kasus ini,” terangnya.

Akibat perbuatannya, lanjut Sigit, pelaku dijerat Pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan Pasal 62 juncto Pasal 8 huruf b dan c UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1e KUHP.

“Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp60 miliar,” pungkasnya.

Facebook Comments
Baca Juga :  Tim Voli Putri Tuan Rumah Juarai Turnamen Voli se-Jawa
Example 120x600