Scroll untuk baca artikel
Banten Raya

Rawan Tawuran dan Kejahatan Jalanan, Satpol PP Kota Tangerang Imbau Orang Tua Awasi Aktivitas Anak

292
×

Rawan Tawuran dan Kejahatan Jalanan, Satpol PP Kota Tangerang Imbau Orang Tua Awasi Aktivitas Anak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak-anak tawuran Perang Sarung di Bulan Ramadan.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Tangerang Banten – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, mengimbau para orang tua untuk memantau dan mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak menjadi korban atau pelaku kejahatan di jalan.

“Pastikan pukul 22.00 WIB sudah berada di rumah agar anak-anak kita tidak menjadi korban atau pelaku kejahatan di jalan,” kata Kepala Satpol PP Kota Tangerang Wawan Fauzi di Tangerang, Provinsi Banten, Minggu (17/3/2024).

Oleh karena itu, lanjut Wawan, Satpol PP Kota Tangerang melakukan pengawasan lapangan dengan menyiagakan personel 24 jam melalui pembagian tiga shift.

Personel tersebut difokuskan pada titik keramaian yang digunakan sebagai tempat berjualan takjil, wilayah berpotensi kerawanan pada waktu malam atau dini hari.

“Personel kita bagi tiga shift untuk bersiaga menjaga ketenteraman dan keamanan di seluruh wilayah Kota Tangerang,” katanya.

Sebelumnya, seorang bocah perempuan, N (12) menjadi korban perang sarung di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu, (13/4/2024) lalu. Dalam video yang tersebar, terlihat beberapa pemuda mengeroyok korban.

Orangtua korban yang tak terima melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Laporan itu teregistrasi dengan nomor TBL/B/625/III/2024/SPKT/POLRES yang diterima Polres Tangsel, pada (14/4/2024) lalu.

Kasie Humas Polres Tangsel, AKP Agil mengaku pihaknya tengah melakukan penyidikan dan telah memeriksa beberapa saksi. Ia juga mengatakan, sudah dilakukan visum terhadap korban.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap 4 orang saksi-saksi. Juga melakukan cek TKP,” kata Agil, Minggu (17/4/2024).

Agil menjelaskan kronologi penganiayaan berawal dari adanya perang sarung yang melibatkan dua kelompok anak. Perang sarung itu, jelas Agil, berakhir dengan pengeroyokan terhadap anak korban sehingga mengalami luka-luka.

 

Facebook Comments