Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Permasalahan sampah dan banjir masih menjadi momok (menakutkan) khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi.
Persoalan ini menjadi PR bagi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bekasi, dan merupakan bagian dari aspirasi masyarakat untuk anggota DPRD Muhtada Sobirin. Pasalnya, legislator dari Partai Golkar ini dipilih oleh rakyat di daerah pemilihan (dapil) IV, meliputi Kecamatan Sukawangi, Tambelang, Tambun Utara dan Sukatani.
Masalah sampah dan banjir itu mengemuka dalam acara Reses yang dilaksanakan di Jalan Gabus Raya, No.43 Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kamis (14/2/2025).
Camat Tambun Utara, Najmuhdin yang hadir pada reses Muhtada Sobirin itu, dalam sambutannya mengatakan, bahwa permasalahan di wilayahnya saat ini, pertama adalah bagaimana mengatasi sampah dan banjir.
“Yang kedua Pak dewan, persoalan sampah juga menjadi momok di Tambun Utara, Saya bingung, pihak UPTD lalau diminta bantuannya agak susah,” beber Najmuhdin kepada Muhtada.
Dirinya memberikan contoh, kalau di Batam, anggaran sampah kewenangan diberikan ke kecamatan, baik kendaraan sampah ataupun anggarannya
“Jadi kalau ada persoalan sampah, langsung Kecamatan yang mengeksekusi,” ucapnya.
Belum lama ini, lanjut Najmuhdin, terjadi banjir di belakang kantor Kecamatan Tambun Utara setinggi lutut orang dewasa. Camat pun berharap segera ada normalisasi kali.
“Saya sudah berkali-kali minta di Musrenbang, sungai yang terusan dari Satria Mekar dengan kawasan tembusnya, kalau bisa segera dilaksanakan normalisasi, biar warga saya ini, khususnya Sriamur dan sekitarnya, bisa terhindar dari banjir,” ungkapnya.
Kalau datang hujan, bukan hanya banjir rutinan setiap 5 tahun sekali atau 7 tahun sekali, akan tetapi hampir disetiap tahun selalu mengalami kebanjiran.
“Ini sudah tidak wajar lagi. Sampai saat ini belum ada solusi untuk menghindari banjir tahunan ini,” ucapnya.
“Kemarin saya diskusi sama BPD sama statis Desa Input, kalau bisa Pak Dewan, itu pinggirnya atau di tengah-tengahnya dibuat rumput yang gede, kayak di Aren Jaya. Jadi kalau kelimpahan kali Bekasi atau banjir itu langsung brondong ke kali. Kalau pakai flyover, biayanya mahal. Tapi kalau kata saya blok cover yang dipendem di jalan yang gede itu bisa mengurangi genangan air,” terangnya.
Masih dijelaskan Camat Najmuhdin, belum lagi masalah kesehatan, pihaknya minta untuk segera dilaksanakan usulan-usulan pembangunan rumah sakit, setidaknya seperti di Cabangbungin.
“Supaya masyarakat wilayah utara tidak usah jauh-jauh ke rumah sakitnya,” ucapnya.
Terakhir, masalah pendidikan, Najmuhdin menyampaikan,banyak sekolah-sekolah baru, tapi belum ada kursi bangkunya.
“Mohon pak dewan Muhtada Sobirin untuk mendengar keluhan masyarakat, karena tidak ada inputnya di SMP Negeri, karena pihak Desa dan Kecamatan nggak bisa untuk menginput, dan yang bisa menerobos itu ya pak dewan, untuk menganggarkan usulan-usulan masyarakat, kami kecamatan siap menjadi fasilitator,” tandasnya
Menanggapi ungkapan Camat Tambun Utara Najmuhdin tersebut, Anggota DPRD dari Partai Golkar Muhtada Sobirin mengaku merasa bersyukur, karena saat ini pembangunan terus diupayakan dan dimaksimalkan, adanya kolaborasi antara camat dan dewan tentunya akan menghasilkan pembangunan yang baik.
“Alhamdulillah, berkat keseriusan pak camat di Tambun Utara ini sudah banyak perubahan, terutama saya sampaikan sekali lagi bapak-bapak, ibu-ibu tahun 2025 ini, kalau nggak salah Camat ini akan diberikan 38 titik kegiatan secara spesial oleh pemerintah Kabupaten Bekasi, kurang lebih anggarannya itu sekitar 59 miliar. Ini cukup menggembirakan buat masyarakat Tambun Utara,” ungkapnya.
Dengan anggaran yang terbilang besar itu, menurut Muhtada, diharapkan pembangunan jalan bisa mengurai kemacetan dan masalah banjir, yang selama ini selalu didengungkan terhadap dirinya.
“Saya akan berkolaborasi dengan Pak Camat, dan akan memaksimalkan dalam pembangunan, khususnya bagaimana mengatasi banjir, baik normalisasi sungai, maupun meningkatkan pembangunan box untuk aliran air di setiap lingkungan masyarakat.
Dirinya juga mengingatkan camat, masalah adanya bangunan bangunan liar (Bangli) yang ada di bantaran-bantaran sungai untuk segera ditindak.
“Saya meminta bapak camat untuk menindak tegas adanya bangunan liar yang ada di bantaran sungai,” tandasnya.

















